TANGSEL, Bisnistoday – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) buka suara terkait bantuan sosial (bansos) yang sudah kedaluwarsa tetapi masih dibagikan ke warga korban banjir di wilayahnya.
Diketahui, sejumlah warga korban banjir di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menerima bantuan sosial (bansos) yang sudah kedaluwarsa dari Dinas Sosial (Dinsos) Tangsel.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, Yasir Arafat mengakui pihaknya lalai dalam kasus ini.
“Betul ada kedaluwarsa, tapi sebenarnya tidak ada unsur kesengajaan dalam hal itu,” kata Yasir, Rabu (10/1/2024).
Dinsos berdalih, pihaknya harus segera melakukan reaksi cepat untuk mengatasi warga terdampak banjir di lapangan. Hal itulah yang membuat barang atau stok yang ada di gudang langsung dilakukan pendistribusian tanpa dicek terlebih dahulu.
“Itu kan sebenarnya ada stok di gudang kita, dan barang-barang itu sebetulnya merupakan sumbangan yang diberikan dari Kemensos RI melalui Dinas Sosial Provinsi Banten,” urainya.
Bantuan yang diberikan kepada warga rupanya sudah tiba di Kota Tangerang Selatan pada 2022 lalu. Barang-barang tersebut kemudian disimpan dalam gudang yang nyatanya tidak dilakukan pengecekan lebih dulu.
“Ada di gudang kita, namanya datangnya barang itu berdus-dus paket pada masa itu dan ketika masuk barang tidak dilakukan pengecekan terhadap terkait dengan kedaluwarsanya. Dan hasil di lapangan, memang rata-rata kedaluwarsanya itu ada yang 10 sampai 11, tahun 2023,” papar Yasir.
Kemudian terhadap bansos kedaluwarsa, Yasir menyebut pihaknya melakukan penarikan dan pemusnahan barang-barang yang kedaluwarsa itu.
“Tindak lanjutnya, barang sudah kita lakukan sortir kemudian kita lakukan pemusnahan,” pungkasnya.








































