www.bisnistoday.co.id
Rabu , 10 Juni 2026
Home EKONOMI Bank Indonesia Pertahankan Tingkat Suku Bunga Acuan di Posisi 3,5 persen
EKONOMI

Bank Indonesia Pertahankan Tingkat Suku Bunga Acuan di Posisi 3,5 persen

BI Pertahankan tingkat suku bungan acuan atau BI Seven Days Reverse Repo Rate sebesar 3,5 persen.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bungan acuan atau BI Seven Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 3,5 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam jumpa pers secara virtual di Jakarta, Selasa (20/4) menjelaskan, keputusan tersebut sejalan dengan perlunya menjaga stabilnya nilai tukar rupiah dari dampak masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Perry memastikan bahwa BI akan terus mendukung pemulihan ekonomi nasional secara dengan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran.

“Dukungan itu akan dilakukan melalui sembilan langkah,” ungkapnya.

Sembilan langkah tersebut yakni, pertama memperkuat kebijakan nilai tukar rupiah dengan tetap berada di pasar melalui triple intervention untuk menjaga stablitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.


Kedua, melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter akomodatif. Ketiga adalah meningkatkan penggunaan instrumen sukuk Bank Indonesia (SukBI) pada tenor satu minggu sampai 12 bulan dalam rangka memperkuat operasi moneter syariah yang telah diberlakukan sejak 16 April 2021.

Keempat adalah melanjutkan kebijakan makroprudensial akomodatif dengan mempertahankan rasio countercyclical buffer (CCB) sebesar 0 persen, rasio penyangga likuiditas makroprudensial (PLM) 6 persen dengan fleksibilitas repo 6 persen, serta rasio PLM syariah 4,5 persen dengan fleksibilitas repo sebesar 4,5 persen.

Kelima yaitu memperkuat transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan serta melanjutkan koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong percepatan transmisi kebijakan moneter kepada suku bunga kredit perbankan dan meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha.

Keenam adalah memperpanjang masa berlakunya kebijakan pricing SKNBI sebesar Rp1 dari Bank Indonesia ke bank dan maksimum Rp2.900 dari bank kepada nasabah dari semula berakhir 30 Juni 2021 menjadi sampai 31 Desember 2021 untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Ketujuh adalah memperkuat kebijakan QRIS untuk mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien melalui peningkatan limit transaksi QRIS dari semula Rp2 juta menjadi Rp5 juta berlaku sejak 1 Mei 2021.

Kemudian, juga penurunan tarif MDR QRIS untuk merchant kategori badan layanan umum (BLU) dan public service obligation (PSO) dari 0,7 persen menjadi 0,4 persen berlaku sejak 1 Juni 2021.

Kedelapan yaitu memastikan keamanan, keandalan, kelancaran, dan ketersediaan layanan sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Terakhir yakni memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi serta sosialisasi penggunaan local currency settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait. Pada April dan Mei 2021 akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Tiongkok, Perancis, dan Inggris.

Dalam kesempatan ini, bank sentral juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility tetap sebesar 4,25 persen.

Sebelumnya, BI juga mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5 persen pada RDG periode 17-18 Maret 2021 setelah pada RDG 17-18 Februari 2021 diputuskan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,5 persen dari sebelumnya 3,75 persen.

Dengan keputusan tersebut maka total selama tahun 2020 hingga Februari 2021, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar total 150 basis poin./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mata uang AS, Dolar. (Unsplash/Niconor Brown)
EKONOMI

Dolar tetap Perkasa di Tengah Meningkatnya Konflik Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday - Dolar tetap stabil terhadap mata uang utama lainnya pada...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kokoh di Industri, Regina Realty Menjadi Acuan Memilih Properti Menguntungkan

JAKARTA, Bisnistoday – Membangun bisnis dari pengalaman mengelola dan mengembangkan aset secara...

OpenAI (dok:Unsplash/Levart Phorographer)
EKONOMI

Tidak Mau kalah dari Pesaing, OpenAI Berencana IPO

JAKARTA- Bisnistoday - OpenAI, perusahaan teknologi yang membuat ChatGPT, diam-diam mengajukan penawaran...

Sebuah proyek konstruksi di Kuala Lumpur . Malaysia (dok:Unsplash/Sam)
EKONOMI

Perang AS-Iran bakal Berdampak Struktural di ASEAN

JAKARTA, Bisnistoday – Perang AS-Iran telah berlangsung lebih dari tiga bulan. Meski...