www.bisnistoday.co.id
Kamis , 13 Agustus 2026
Home HEADLINE NEWS BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Usai The Fed Lakukan “Hawkish Cut”
HEADLINE NEWS

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Usai The Fed Lakukan “Hawkish Cut”

Gedung The Fed di Wahington DC.
The Federal Reserve di Washington, AS.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Sinyal kebijakan terbaru dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), diperkirakan akan memengaruhi langkah Bank Indonesia (BI) dalam keputusan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 16–17 Desember mendatang.

The Fed secara resmi memangkas suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis poin, dari 4% menjadi 3,75%. Meski demikian, langkah ini dianggap sebagai “hawkish cut” karena pemangkasan dilakukan terbatas dan disertai sinyal bahwa ruang pelonggaran di masa depan akan jauh lebih sempit daripada ekspektasi pasar.

Menurut Rully Arya Wisnubroto, Senior Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, The Fed dalam rilis dot plothanya mengindikasikan satu kali pemangkasan suku bunga pada 2026, jauh di bawah perkiraan pasar yang sebelumnya memproyeksikan dua kali pemangkasan atau lebih.

 “Dot plot tersebut menunjukkan Fed memang memasuki fase pelonggaran, tetapi jalurnya sangat dangkal dan sarat ketidakpastian,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa The Fed masih melihat risiko inflasi tetap bias ke atas, sehingga tidak ada justifikasi untuk melakukan siklus penurunan agresif.

Sikap tersebut memperkuat narasi “higher for longer”, yakni suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama walaupun perlahan turun. Kondisi ini berpotensi mempertahankan kekuatan dolar AS dan membuat imbal hasil US Treasury (UST) tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga : Tahun 2026, Momentum Kuat Sektor Komoditas, Konsumsi, dan Telekomunikasi

Dampaknya, pasar domestik, termasuk nilai tukar rupiah, dapat tertekan. BI pun diprediksi tidak akan terburu-buru ikut menurunkan suku bunga acuan.

“Kami memperkirakan BI akan menahan BI rate di 4,75% pada RDG Desember,” kata Rully. Kebijakan yang stabil dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian global dan potensi tekanan terhadap arus modal.

Dengan masih tingginya ketidakpastian global dan perlambatan pelonggaran The Fed, pelaku pasar kini menantikan bagaimana BI akan merespons dinamika eksternal sembari menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Otomotif
HEADLINE NEWS

Toyota Pastikan Indonesia Tetap Sebagai ‘Supply Hub’ Ekspor Otomotif

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto saat bertemu dengan...

Rully Arya Wisnubroto
HEADLINE NEWS

Tak Sekedar Saham Terindeks, Mirae Asset Sekuritas Soroti Arah Keputusan MSCI

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai perhatian investor menjelang...

Kekeringan
HEADLINE NEWS

Warga Kekeringan di Kab.Banjar Terima Distribusi 8.000 Liter Air Bersih

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan 8.000 liter air bersih...

Tol Solo Klaten
HEADLINE NEWS

Asosiasi Jalan Tol Bakal Kupas Tuntas Model Baru Pembiayaan Tol

JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Tol Indonesia (ATI) bakal membahas tuntas mengenai model...