www.bisnistoday.co.id
Minggu , 26 April 2026
Home EKONOMI BI Putuskan Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen
EKONOMI

BI Putuskan Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

GubernurBI, Perry Warjiyo
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan tingkat  suku bunga acuan atau BI Seven Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 3,5 persen. Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan upaya memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

BI juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility tetap sebesar 4,25 persen

Hal tersebut dikatakan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis (17/6).

Dalam kesempatan itu, Perry juga memastikan Bank Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Sebelumnya BI juga mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5 persen selama tiga RDG berturut-turut yaitu pada periode 17-18 Maret, 19-20 April serta 24-25 Mei 2021.

BI sempat menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,5 persen dari sebelumnya 3,75 persen pada RDG 17-18 Februari 2021.

Dengan keputusan tersebut maka total selama tahun 2020 hingga Februari 2021 Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebesar total 150 basis poin.

Masih Stabil

Gubernur BI menyatakan, kondisi pasar keuangan saat ini masih stabil dalam merespons hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Bank Sentral AS (The Fed) pada Rabu waktu setempat.
“Pasar semakin memahami kebijakan karena The Fed sudah menyampaikan arah kebijakan secara jelas,” katanya.

Ia memastikan BI akan terus memantau perkembangan global tersebut serta mengantisipasi langkah-langkah lanjutan dari The Fed yang bisa berdampak kepada pergerakan ekonomi dunia.

Untuk itu, menurut dia, BI akan memperkuat kondisi domestik sebagai mitigasi dengan stabilitas nilai tukar, mendorong kebijakan makroprudensial dan menjaga pembiayaan untuk pemulihan ekonomi melalui sinergi dengan pemangku kepentingan terkait.

“BI juga akan mengoptimalkan langkah stabilisasi nilai tukar serta berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga yield surat berharga dalam batas-batas yang normal,” kata Perry./


Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Siapkan Pembiayaan PLTS untuk Percepat Elektrifikasi Desa

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan komitmennya untuk...

Meta bakal Pangkas Ribuan Karyawan (unsplash/julio-lopez)
EKONOMIEkonomi & BisnisOtomotif & Tekno

Meta dan Microsoft bakal Pangkas Ribuan Karyawan

JAKARTA, Bisnistoday - Perusahaan teknologi raksasa, Meta dan Microsoft bakal memangkas jumlah...

Perang Iran Pengaruhi Harga Obat (unsplash/roberto sorin)
EKONOMIHumanioraSport & Health

Gejolak di Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Obat

JAKARTA, Bisnistoday - Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran  telah memicu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Berpengalaman 75 Tahun, Kemenkop Gandeng CDF Canada Kembangkan Koperasi di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop), bersama Co‑operative Development Foundation (CDF) of...