www.bisnistoday.co.id
Minggu , 20 September 2026
Home OPINI Gagasan Capres-Cawapres Tak Mengusung Keselamatan Transportasi
Gagasan

Capres-Cawapres Tak Mengusung Keselamatan Transportasi

TIPS PENUMPANG KA apabila terjadi kehilangan barang.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia sedang mengalami krisis transportasi umum dan darurat keselamatan lalu lintas sampai sekarang. Ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bersaing di Pemilu 2024 telah menawarkan program transportasi umum walaupun dalam penyebutan berbeda. Hanya saja dari ketiga pasangan, belum ada yang menyebutkan program keselamatan lalu lintas.

Tidak ada program keselamatan lalu lintas di semua Calon Presiden dan Wakil Presiden. Indonesia negara maritim, transportasi perairan harus menjadi perhatian, walaupun mobilisasi orang dan barang masih didominasi transportasi darat. Angkutan barang bersubsidi ditambahkan dan angkutan feeder tol laut diperlukan untuk daerah kepulauan.

Pembangunan kereta masih berpusat di Jawa, seperti kereta cepat Whoosh, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, aktivasi jalur ke Garut, kereta rel listrik Yogyakarta – Solo. Untuk menggapai Indonesia Emas 2045, pembenahan transportasi umum berbasis jalan lebih realistis untuk diwujudkan. Murah dan mudah dikerjakan dengan tarif yang masih terjangkau kebanyakan masyarakat.

Semenetara, jika ingin menuntaskan angkutan logistik, selesaikan dulu urusan pungli dan keterlibatan oknum APH (Aparat Penegak Hukum) di atas 50 persen yang cukup memberatkan pengusaha angkutan logistik dan sopir truk.

“Belum ada target jumlah kota untuk membenahi angkutan umum dari ketiga pasangan ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden. Semoga saja program angkutan umum itu tidak sekedar memberikan harapan tentunya juga realita.”

“Padahal pada era Presiden Joko Widodo selama 10 tahun hanya mampu membenahi 11 kota dari target 32 kota di periode pertama dan 27 kota di periode kedua,” terangnya.

Seperti yang tercatat dala program Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dengan visi Indonesia Adil Makmur untuk Semua. Pada misi keempat dari 8 Jalan perubahan yang diusung, yaitu membangun kota dan desa berbasis kawasan yang manusiawi, berkeadilan dan saling memajukan.

Pendekatan kewilayahan untuk mewujudkan program. Untuk wilayah Sumatera: Jembatan menuju komunitas global. Wilayah Jawa: Pondasi ekonomi yang berkelanjutan. Jabodetabek menjadi pusat ekonomi dan bisnis berkelanjutan dan berskala global yang ditunjang dengan kelancaran mobilitas orang dan barang, serta pemenuhan infrastruktur dasar bagi warga.

Sementara, untuk Kalimantan: Tonggak ekonomi hijau, beranda Indonesia yang maju dan asri. Untuk Bali dan Nusa Tenggara: Gerbang Pariwisata, Gapura Keberagaman, Pagar Kebudayaan serta Sulawesi: Kemakmuran di Timur: Membangun jaringan logistik dan transportasi yang murah dan efisien.

Maluku: Kebangkitan ekonomi maritim dari Timur, sedangkan untuk Papua: Pemerataan sempurna. Revitalisasi pelabuhan Jayapura dan Samabusa Nabire untuk Biak, akses masuk utama barang dan jasa di wilayah utara serta Pelabuhan Pomako Mimika dan Merauke untuk wilayah Selatan.

Melanjutkan Pengembangan Infrastruktur

Sementara, untuk pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dengan visi Bersama Indonesia Maju. Dalam misi ketiga, yaitu melanjutkan pengembangan infrastruktur. Pembangunan Indonesia harus lebih merata melalui penciptaan pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa. Salah satunya adalah Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ekonomi biru dengan membangun armada transportasi laut rakyat untuk melayani pulau-pulau terpencil dan terluar dengan harga terjangkau. Pengembangan pelabuhan

simpul transhipment sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur terhubung dengan simpul logistik di Kawasan Timur Indonesia yang dibangun untuk meningkatkan muatan balik. Memperkuat kelembagaan dan regulasi pengelolaan pelabuhan dan logistik.

Mensinergikan pembangunan jaringan transportasi (darat, laut, dan udara) dan pengembangan kawasan strategis yang dilakukan secara terintegrasi dalam suatu konsep perencanaan serta pengelolaan yang terpadu. Pembentukan kelembagaan integrator dari arus barang untuk mengkoordinasi layanan transportasi multimoda dan distribusi logistik.

“Salah satu upaya memberantas kemiskinan dengan menyediakan transportasi publik murah bagi pekerja dan rakyat tidak mampu. Membangun sarana, prasarana, dan infrastruktur yang ramah bagi penyandang disabilitas.”

Negara Maritim Adil dan Lestari

Selanjutnya visi misi pasangan Calon Presiden  Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden Mahfud MD dengan visi Menuju Indonesia Maju, Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari.Percepatan Penyelesaian IKN Komitmen melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara secara bertahap hingga IKN menjadi titik keseimbangan baru keadilan pembangunan sekaligus simbol Indonesia yang futuristik.

Infrastruktur dan Simpul Konektivitas Indonesia. Melanjutkan pemerataan dan meningkatkan nilai tambah dari infrastruktur yang telah terbangun dengan menggerakkan ekonomi rakyat di seluruh simpul konektivitas di Indonesia yang sudah terhubung satu sama lain.

Logistik Murah melalui pengintegrasian peta jalan industri dan logistik, mengharmonisasikan pelaksanaan sistem logistik nasional hingga ke tingkat desa, serta optimalisasi Sea Lines of Communication (SLoc) dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai jalur perdagangan internasional

Sedangkan, wilayah 4T Terintegrasi (Tempat tinggal – Tempat kerja – Trotoar – Transportasi publik). Menghubungkan tempat tinggal dan tempat kerja dengan sarana transportasi yang masif, nyaman, murah, dan tepat waktu disertai penyediaan trotoar yang ramah pejalan kaki.

Ekonomi biru dengan Maritim Unggul (MU), penguatan kapasitas konektivitas maritim melalui peningkatan kualitas SDM maritim, sarana dan prasarana transportasi laut, pengoptimalan pemanfaatan alur laut dan titik sempit (choke points), dengan didukung oleh sistem manajemen transportasi laut yang terintegrasi dengan jalur perdagangan regional dan internasional.

Pengalaman Mengelola Angkutan Umum

Capres Anis Baswedan memiliki pengalaman mengelola Bus Trans Jakarta dengan nilai subsidi Rp 4,3 triliun per tahun sudah dapat mengcover 88 persen wilayah Kota Jakarta. Cawapres Gibran Rakabuming Raka dengan Bus Batik Solo Trans (BST) mulai tahun 2024 menyisihkan dari APBD sebesar Rp 15 miliar (subsidi BST).

Sedangkan Capres Ganjar Pranowo mengelola Bus Trans Jateng tahun 2023 dikucurkan subsidi Rp 104 miliar dari APBD Prov. Jateng. perbedaannya, Capres Anis Baswedan dan Cawapres Gibran Rakabuming Raka melanjutkan program kepala daerah sebelumnya. Sedangkan Capres Ganjar Pranowo mengawali membenahi angkutan umum aglomerasi di Jawa Tengah sejak 2017, sekarang sudah 7 koridor yang beroperasi.

Keterhubungan jaringan jalan dengan simpul transportasi (bandara, pelabuhan laut, pelabuhan penyeberangan dan terminal penumpang) belum tuntas. Sudah terhubung jalan nasional untuk 106 pelabuhan laut (53 persen), 69 pelabuhan penyeberangan kelas 1 (57 persen), 12 terminal umum pelabuhan (31 persen), 86 terminal tipe A (73 persen), dan 44 bandara pengumpul (66 persen).

Jakarta, Desember 2023

Oleh : Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Karikatur Obligasi Daerah
Gagasan

Musim Ngutang, Tarik Ulur Penerbitan Obligasi Daerah Pemprov DKI Jakarta

RENCANA Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah kembali memantik perdebatan...

Para pengunjuk rasa menentang AfD (Dok: Clemens Bilan/EPA)
Gagasan

AfD, Trauma Sejarah, dan Demokrasi yang Harus Dijaga

ADA yang menarik dari peta politik Jerman belakangan ini. Selasa, 8 September...

Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Nepal, 26 Agustus 2026 (Dok: NDTV)
Gagasan

Membaca Ramalan di Tengah Bencana

PADA  24 Juni 2026, dua gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,2 SR dan...

Ustadz Das'ad
Gagasan

Meneladani Rasulullah Disaat Riuh Digitalisasi

JAKARTA, Bisnistoday- Di tengah kehidupan yang semakin cepat, tuntutan gaya hidup yang...