www.bisnistoday.co.id
Minggu , 31 Mei 2026
Home EKONOMI Energi CBA : Rakyat Tak Boleh Dipaksa Beli BBM Pertamina
Energi

CBA : Rakyat Tak Boleh Dipaksa Beli BBM Pertamina

Antrean BBM
Masyarakat mengantre membeli BBM di SPBU Pertamina, di Depok, Rabu (8/10).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Centre For Budget Analysis (CBA) mendesak Presiden Prabowo untuk mengevaluasi  kebijakan para mentetrinya, khususnya Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Usai membuat masyarakat gaduh soal kebijakan Elpiji melon, kini potensi gaduh akibat kebijakan terhadap BBM swasta.

CBA menilai, bahwa pemerintah melalui Menteri ESDM, seperti berlagak arogan, dengan memaksa BBM yang dijual di Indonesia wajib dicampur ethanol 10 persen. Kebijakan yang mendadak ini seolah dibuat untuk melindungi BUMN yakni SPBU milik Grup Pertamina yang notabene produknya tersaingi SPBU swasta di pasar.

“Jangan sampai produknya yang tidak diterima pasar, karena sentimen kejadian tudingan BBM campuran, serta terganjal temuan korupsi malah terkesan dilindungi. Ini ada apa sama Menteri ESDM neh. Atau kecipratan jangan-jangan,” cetus Uchok Sky Khadafi, Direktur Eksekutif CBA di Jakarta, Rabu (8/10).

Pemerintah, tegas Uchok, selayaknya lebih utamakan pelayanan kepada rakyat banyak khususnya yang tinggal di perkotaan yang juga sekarang ini sudah sangat cerdas. Dengan tidak tersedianya BBM pada SPBU Swasta, rakyat tidak ada pilihan. Selain itu, juga kebijakan ini menimbulkan antrian panjang karena dipaksa beli BBM Pertamina.

“Biarkan masyarakat terlayani dengan baik, memilih pilihan SPBU sendiri yang dianggapnya terpercaya. Zamanya globalisasi malah menutup diri, kan aneh.”

Sejak tidak tersedianya BBM di SPBU swasta, SPBU Pertamina mengalami lonjakan konsumen, bahkan menimbulkan antrean panjang. Pelanggan SPBU swasta tidak ada pilihan lain, dengan harus beli SPBU Pertamina.

“Kebijakan ini, mempersulit masyarakat karena harus mengatri panjang, dan itupun merasa terpaksa beli tanpa ada pilihan. Kebijakan ini keliatan arogan, tanpa melibatkan suara rakyat. Biarkan Pertamina bersaing di pasar, karena ujungnya masyarakat yang diuntungkan,” ujar warga Depok, Tito saat mengantri pengisian BBM di Depok.

Karena itu, Uchok mendesak Presiden Prabowo, segera geser para menteri yang mengeluarkan kebijakan yang membuat gaduh masyarakat. “Segera ganti menteri yang buat gaduh masyarakat. Rakyat butuh pelayanan terbaik untuk dirinya, bukan ditambah kesulitan,” cetusnya.

Rakyat, tambah Uchok, tentu sangat cinta dengan Pertamina, asalkan memberikan pelayanan terbaik dengan harga produk berkualitas dan terjangkau. “Rebut kembali kepercayaan rakyat, bukannya melindungi kebobrokan BUMN itu sendiri. Pemerintah harus membuat Pertamina berubah, khususnya pelayanan untuk BBM Non Subsidi.”

Apalagi, akan diterbitkan kebijakan baru dengan mewajibkan BBM harus dicampur ethanol 10 persen, tentu harus dikaji bersama dengan konsumen.”Jangan sampai, kebijakan ethanol ini hanya untuk menutupi isu negatif campuran ethanol 3,5 persen, basefuel yang ditolak SPBU Swasta.”

Lonjakan SPBU Pertamina

Petugas SPBU di Jl. Margonda, Depok mengatakan, sejak SPBU swasta tak berjualan, terjadi lonjakan konsumen. Malah sering terjadi antrean panjang di SPBU Pertamina. “Sejak Shell dan lainnya tak jualan, yang mengisi disini naik tajam, hampir empat kali lipat lah, bahkan kami kewalahan,” ungkap Bahlil, yang kebetulan nama panggilannya sama Menteri ESDM, yang malah kadang Bahlil ini berujar kerap disapa “Bahlul”.

Berdasarkan pantauan, pada Rabu malam (8/10) di sekitar Sawangan, Depok, bahwa SPBU yang menjual BBM pertamina ada yang kehabisan stok. Dilain lokasi, ada SPBU yang menjual BBM Petamina, namun terjadi antrean panjang dan mengular.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Program Biodiesel B50 di sektor industri nasional
Energi

Bpfilters Dukung Program Biodiesel B50 dengan Filter Solar Inovatif

JAKARTA, Bisnistoday - Langkah strategis pemerintah dalam memperluas implementasi program Biodiesel B50...

Proyek Panel Surya di Danhuang, Tiongkok (Unsplashdarmau)
EnergiGLOBAL

Tiongkok dan Rusia Perkuat Kerja Sama di Bidang Energi

JAKARTA, Bisnistoday – Selain membahas situasi terkini kondisi global, pertemuan antara Presiden...

Wakil Ketua Komisi 12 DPR RI, Sugeng Suparwoto (tengah) dalam diskusi Forum Dialog Nusantara (FDN) bertema 'Transisi Energi Baru Terbarukan (EBT)'. (Dok/FDN)
Energi

Transisi Energi Terbarukan Membutuhkan Peta Jalan yang Tepat

JAKARTA, Bisnistoday – Ketahanan energi menjadi hal krusial dI tengah dinamika geopolitik...

Seseorang Mengibarkan Spanduk Perdamaian (dok:Unsplash/Alice Donovan)
EnergiGLOBAL

Tiongkok Serukan Penyelesaian Damai Konflik AS-Iran

JAKARTA, Bisnistoday – Pada akhir pekan kemarin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump...