JAKARTA, Bisnistoday- Maraknya aksi penipuan transaksi nasabah perbankan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk melalui kampanye #JanganKasihCelah. Hal ini memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga data diri terkhusus ketika bertransaksi di ruang publik.
“Danamon mengajak masyarakat agar #JanganKasihCelah pada tindakan fraud dengan tetap bijaksana menggunakan fasilitas-fasilitas publik. Seringkali penipu menggunakan jaringan dengan enkripsi lemah untuk mencuri data pribadi nasabah melalui jaringan yang sama.,” ujar Andreas Kurniawan, Chief Digital Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk di Jakarta, kemairn.
“Nasabah diimbau untuk selalu tetap mengutamakan keamanan dalam melakukan transaksi perbankan di tempat umum. Dengan adanya fasilitas publik yang dapat diakses secara gratis, nasabah harus lebih berhati-hati dan memastikan bahwa koneksi yang digunakan terenkripsi dengan kuat.”
Begitupun, Andreas, penggunaan port USB sembarangan dapat membuka kesempatan bagi pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan malware ke dalam perangkat masyarakat untuk mencuri data pribadi seperti data perbankan.
“Jadi, #JanganKasihCelah merupakan wujud komitmen Danamon sebagai bank yang berorientasi pada nasabah dan penyedia solusi finansial terpercaya untuk melindungi nasabah dari berbagai aktivitas yang dapat merugikan mereka,” papar Andreas.
Berdasarkan data dari Indonesia Millennials and Gen Z Report 2025, 4 dari 5 milenial dan gen z menggunakan aplikasi keuangan digital seperti mobile banking dan e-wallet untuk menjalankan transaksi sehari-hari mereka.
Demikian juga, tambah Andreas, data Bank Indonesia juga menunjukkan tren positif transaksi online melalui e-commerce yang dilakukan masyarakat Indonesia sejak 2019 hingga 2024. Pada 2019, total transaksi mencapai Rp205,5 triliun dan meningkat signifikan sebesar 136,9% menjadi Rp487,01 triliun pada 2024. Peningkatan transaksi ini juga membuka celah atau kemungkinan terjadinya fraud yang lebih besar./







































