www.bisnistoday.co.id
Kamis , 14 Mei 2026
Home NASIONAL & POLITIK Cuaca Ekstrem: Masyarakat Diminta Tidak Lakukan Pelayaran pada 14-21 April 2021
NASIONAL & POLITIK

Cuaca Ekstrem: Masyarakat Diminta Tidak Lakukan Pelayaran pada 14-21 April 2021

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan meminta seluruh aktivitas pelayanan mewaspadai cuaca ekstrem yang akan terjadu akibat Bibit Siklon Tropis.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan meminta seluruh aktivitas pelayanan mewaspadai cuaca ekstrem yang akan terjadu akibat Bibit Siklon Tropis. Permintaan ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya kecelakaan di laut.

“Kami himbau masyarakat pelayanan tidak melakukan kegiatan pelayanan pada tanggal 14-21 April 2021 di wilayah perairan Papua Utara, Muluku Utara dan Sulawesi Utara. Masyarakat juga perlu waspada terhadap ancaman banjir pesisir yang dapat terjadi pada saat bersamaan fase pasar air laut,” kata Direkstur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (14/4).

Ahmad juga mengatajan ada sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudera Hindia barat daya Bengkulu, di Samudera Hindia selatan di Yogyakarta, dan perairan barat Papua. “Kondisi ini menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik tersebut,” tambahnya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari BMKG, pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya terpantau pula sepanjang dari Sumatera Utara  hingga Aceh, dari Riau hingga perairan timur Semenanjung Malaysia, dari Jawa Tengah hingga perairan selatan Pulau Belitung.

Kemudian dari perairan selatan Jawa Tengah hingga Samudera Hindia barat daya Lampung, dari perairan selatan Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Tengah bagian utara, dari Kalimantan Timur bagian barat hingga pesisir barat Kalimantan Timur, dari pesisir utara Kalimantan bagian utara hingga pesisir tikur Kalimantan Utara./


Selanjutnya dari perairan Sulawesi Tenggara hingga perairan timur Sulawesi Tenggara, dan dari oerairan barat Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tengah. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sepanjang daerah tersebut. “Direktrat Jenderal Perhubungan Laut menyiagakan kapal-kapal negara, baik kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan Kapal Negara Kenavigasian untuk mengantisipasi dan memberikan pertolongan SAR jika terjadi musibat atau kecelakaan laut,” tandas Ahmad./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nayla Marinlee Auramadina, Penggagas Braille AksaraJawa. (dok: Ikasada FIB UI)
HumanioraNASIONAL & POLITIK

Pemenuhan Akses Pendidikan Inklusif Melalui Braille Aksara Jawa

JAKARTA, Bisnistoday - Akses bahan bacaan, buku pedoman, maupun bahan ajar bagi...

NasionalNASIONAL & POLITIK

Pahami Proses Pengurusan Kesesuaian Tata Ruang untuk Pengembangan Usaha

JAKARTA. Bisnistoday - Setiap pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya memerlukan izin Kesesuaian...

Kantor Pertanahan Palangka Raya Perbarui Zona Nilai Tanah
NasionalNASIONAL & POLITIK

Kantor Pertanahan Palangka Raya Perbarui Zona Nilai Tanah

PALANGKA RAYA, BisnisToday – Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya menggelar rapat koordinasi...

HumanioraNASIONAL & POLITIK

BRI Life Berbagi Kebahagiaan Anak-Anak Yatim dan Dhuafa

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life mengadakan kegiatan berbagi berkah Ramadan...