Mojokerto, Bisnistoday – Novia Widyasari Rahayu (23) mahasiswi asal Mojokerto yang melakukan bunuh diri di makam ayahnya diduga menjadi korban pemerkosaan.
Pemerkosaan tersebut diduga dilakukan oleh anggota Kepolisian berinisial R yang juga kekasih Novia. Akibat perbuatan R tersebut korban mengalami hamil 4 bulan.
Hal ini mendorong korban meminta pertanggungjawaban R.Ironisnya, korban dipaksa menggugurkan kandungannya oleh kekasih dan keluarganya.
Korban dipaksa meminum pil penggugur kandungan untuk aborsi. Tidak hanya itu, korban juga kerap menerima ancaman. Hal ini menyebabkan korban kalut dan depresi hingga memilih mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun.
Kabar pemerkosaan tersebut diketahui setelah percakapan korban dengan seseorang melalui WhastApp yang viral di media sosial. Pada curhatan itu, korban menceritakan bahwa dirinya tengah hamil dan telah menggugurkan kandungannya.
“Nggak ngubur janinnya. Nggak meriksain saya,” katanya.
Pada percakapan selanjutnya, korban juga menulis keluh kesahnya kepada seseorang yang diduga orang tua pacar korban. “Salah ta ma lek crita, lek dihamili anaknya mama?,”
Namun curhatan tersebut mendapat tanggapan ketus dari seseorang tersebut. “Itu lho urusan pribadi kamu,” katanya. Menanggapi hal itu, korban terlihat hanya pasrah dan menyampaikan klarifikasi bahwa keluh kesah itu disampaikan karena seseorang tersebut orang tua pacarnya.
Diketahui, kasus kematian mahasiswi cantik asal Mojokerto Novia Widyasari Rahayu (23) di makam ayahnya, trending di Twitter dengan tagar #savenoviawidyasari. Baru beberapa jam diunggah, cuitan tentang kematian mahasiswi Sastra Inggris Universitas Brawijaya ini sudah lebih dari 4.000 diretweet.








































