www.bisnistoday.co.id
Minggu , 2 Agustus 2026
Home GLOBAL Donald Trump Disebut tidak Waras dan Layak Dicopot
GLOBALKawasan Global

Donald Trump Disebut tidak Waras dan Layak Dicopot

Para legislator dari Demokrat mempertanyakan kestabilan mental Presiden dari Partai Republik tersebut.

Presiden AS Donald J Trump.
PRESIDEN AS, Donald Trump./Ant
Social Media

JAKARTA-Bisnstoday: Sejumlah politisi dari Partai Demokrat mengecam keras pernyataan Donald Trump setelah dia kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran. Bukan sekadar ultimatum, Trump bahkan menggunakan kata-kata kasar.

Bertepatan dengan perayaan Paskah, Minggu (5/4/2026) lalu, Trump mengancam akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan di Iran, yang menurut para ahli hukum tindakan itu akan sama dengan kejahatan perang.

Pernyataan yang dia  unggah di media sosial itu berisi kata-kata kasar seraya menyebut nama Tuhan.  Hal ini sangat mengejutkan banyak kritikus di dalam negeri dan juga di seluruh dunia.

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya terbungkus dalam satu hari, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!” tulis Trump.

“Buka Selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka – LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah.”

Amandemen ke-25

Al Jazeera mewartakan para legislator dari Demokrat mempertanyakan kestabilan mental Presiden dari Partai Republik tersebut.

Anggota Kongres Yassamin Ansari, yang berketurunan Iran, menyerukan penerapan Amandemen ke-25 untuk mencopot Trump dari kursi kepresidenan. Menurutnya Trump tidak layak untuk menjabat.

“Presiden Amerika Serikat adalah orang gila yang tidak waras, dan ancaman keamanan nasional bagi negara kita dan seluruh dunia,” tulis Ansari dalam sebuah unggahan di media sosial.

Hakeem Jeffries, pemimpin Demokrat di parlemen AS menyebut pesan itu menjijikkan dan tidak waras. “Ada yang benar-benar salah dengan orang ini,” tulis Jeffries di X.

Selama lebih dari dua pekan, Trump telah mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz.

Sejauh ini, Trump ngotot dengan kebijakannya untuk memerangi Iran kendati mendapat tentangan dari sejumlah pihak. Pekan lalu, misalnya, jutaan orang di AS turun ke jalan untuk menyuarakan protes.  Sejumlah negara NATO, yang selama ini menjadi sekutu AS seperti Inggris, Prancis, dan Spanyol, juga menolak terlibat dalam perang itu.//

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para pendukung gerakan Democratic Socialists of America. (Dok:DSA)
GLOBAL

Jalan Berliku Perjuangan Kaum Sosialis di Amerika

JAKARTA, Bisnistoday - Para kandidat berhaluan kiri di Amerika Serikat yang berafiliasi...

Mal di Kota Kashima yang rusak parah akibat gempa. (Dok: NHK)
GLOBAL

Sebuah Pusat Perbelanjaan di Jepang Rusak Parah akibat Gempa

JAKARTA, Bisnistoday – Gempa berkekuatan 7 SR yang terjadi di selatan Jepang,...

Gempa 7,1 SR di Jepang selatan, Selasa (28/7/2026) (dok: NHK)
GLOBAL

Gempa Kuat 7,1 SR Guncang Jepang Selatan

JAKARTA, Bisnistoday - Gempa bumi yang sangat kuat mengguncang wilayah Kyushu, Jepang,...

Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]
GLOBAL

Ribuan Orang Dievakuasi akibat Karhutla di Spanyol dan Prancis

JAKARTA, Bisnistoday - Lebih dari 267.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat...