www.bisnistoday.co.id
Minggu , 20 September 2026
Home OPINI Gagasan DPR Harus Panggil LBP Dalam Kasus Meikarta
GagasanOPINI

DPR Harus Panggil LBP Dalam Kasus Meikarta

DPR semestinya memanggil MenKo Marves Luhut Binsar Panjaitan (LBP) untuk dimintai keterangan terkait proyek MeiKarta.

PROYEK MEIKARTA, di Bekasi belum lama ini.
Social Media

Polemik kawasan MeiKarta berbuntut panjang. Para masyarakat yang merupakan konsumen MeiKarta melapor ke DPR karena merasa telah menjadi korban PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) anak perusahaan Lippo Grup pengembang MeiKarta.

Sebagai tindak lanjut aduan masyarakat korban MeiKarta tersebut  DPR kemudian mengadakan RDPU dengan memanggil pihak pihak yang berada dalam pusaran kasus ini yaitu para korban dan direksi PT MSU. Namun PT MSU yang diundang pada pertemuan tersebut sama sekali tidak hadir dan tidak memberikan keterangan apa pun.

Hal ini tentu saja membuat para anggota DPR menjadi berang. Beberapa anggota Dewan bersuara keras dengan menuding MSU dan Lippo Grup telah melecehkan parlemen.

Beberapa nama disebut akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh parlemen yaitu James T Riyadi dan Menteri Investasi BKPM Bahlil Lahadalia. Bahkan diusulkan dibuatnya PanSus MeiKarta ini.

DPR juga mesti memanggil MenKo Marves Luhut Binsar Panjaitan (LBP) untuk dimintai keterangan nya terkait proyek MeiKarta ini. Karena LBP sendiri adalah salah satu pejabat yang hadir pada topping off Mei Karta Minggu 29 Oktober 2017.

Dalam kesempatan itu LBP didampingi pimpinan Lippo Grup James T Riyadi dan para pejabat pemerintah memberikan kata sambutan peresmian Topping Off Meikarta tersebut. Bahkan LBP berterima kasih kepada James T Riyadi karena telah berinvestasi pada proyek MeiKarta tersebut.

Namun kemudian seperti yang kita ketahui proyek ini kemudian banyak  bermasalah dari segi perizinan sampai proyek yang tak kunjung jelas kapan akan selesai nya. Sementara konsumen sejak 2017 sampai sekarang terus membayar cicilan proyek nya kepada pihak bank Nobu.

Dan yang terbaru paguyuban  konsumen yang gigih menyuarakan nasib mereka terkait hak hak mereka di MeiKarta justru dituntut balik oleh PT MSU sebesar 56 Milyar karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik PT MSU.

Acara Topping Off Meikarta

Dari semua kejadian yang terjadi ini maka MenKoMarves LBP harus juga dimintai keterangan oleh parlemen. Karena kehadiran LBP pada topping off MeiKarta tersebut tentunya sedikit banyak  memiliki pengaruh kepada konsumen akan amannya proyek Meikarta ini.

Jangan sampai di republik ini ada orang orang termasuk pejabat yang sedang berkuasa yang dianggap kebal hukum. Parlemen mesti memanggil dan meminta keterangan terhadap LBP terkait proyek Meikarta ini.

Keterangan LBP tentunya penting dalam masalah MeiKarta ini. Dan DPR juga mesti menggali sejauh apa keterlibatan LBP dalam proyek MeiKarta ini. Jangan ada satu pun orang yang merasa kebal terhadap hukum di Republik ini. Dan DPR pun sebagai wakil rakyat mesti berani memperjuangkan nasib masyarakat dan bukan kepentingan oligarki.

Oleh : Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Presiden Prabowo
Gagasan

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

JAKARTA,Bisnistoday- Kalimat Presiden Prabowo Subianto, “saking pintarnya, saking pintarnya jadi goblok”, dalam...

Karikatur Obligasi Daerah
Gagasan

Musim Ngutang, Tarik Ulur Penerbitan Obligasi Daerah Pemprov DKI Jakarta

RENCANA Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah kembali memantik perdebatan...

Para pengunjuk rasa menentang AfD (Dok: Clemens Bilan/EPA)
Gagasan

AfD, Trauma Sejarah, dan Demokrasi yang Harus Dijaga

ADA yang menarik dari peta politik Jerman belakangan ini. Selasa, 8 September...

Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Nepal, 26 Agustus 2026 (Dok: NDTV)
Gagasan

Membaca Ramalan di Tengah Bencana

PADA  24 Juni 2026, dua gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,2 SR dan...