JAKARTA, Bisnistoday – PT Hutama Karya (Persero) mulai mengoperasikan Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) secara fungsional sejak 6 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Pembukaan ini dilakukan untuk memperlancar distribusi logistik dan pergerakan kendaraan tanggap darurat setelah berkoordinasi dengan BPJT.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, wilayah yang menjadi fokus penanganan meliputi Kabupaten Langkat, Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Kuala Tanjung, Sibolga, hingga Tapanuli Tengah di Sumatra Utara serta Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan sejumlah titik pengungsian di Aceh.
Ia menuturkan, langkah cepat perusahaan dilandasi semangat persatuan nasional dan dorongan agar BUMN hadir di tengah bencana. “Hutama Karya berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta memulihkan akses transportasi agar aktivitas warga kembali berjalan normal,” ujarnya.
Terkait dukungan jalan tol, di Sumatra Utara, Rest Area KM 41 B Ruas Tol Binjai–Langsa menjadi pusat evakuasi sejak 26 November hingga 5 Desember 2025. Posko dilengkapi aula, ruang kesehatan, ruang laktasi, tujuh dapur umum, dan fasilitas sanitasi terpisah, serta menampung ratusan pengungsi. Operasional posko dijalankan bersama BPBD, TNI/Polri, dan pemerintah daerah, termasuk pembersihan fasilitas umum tiga kali sehari.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap oleh Hutama Karya dan anak perusahaannya – HKI, HKA, Hamawas, dan HPSL – meliputi bahan pokok, selimut, pakaian layak, perlengkapan bayi, dan paket kebersihan keluarga.
Bantuan Menjangkau Pidie Jaya dan Bireuen
Di Aceh, kebutuhan dasar pengungsi disalurkan hingga ke desa-desa terdampak. Bantuan berupa bahan pokok, kasur lipat, selimut, dan kebutuhan harian lainnya diserahkan kepada Desa Tijien Husein, Kecamatan Ulim (Pidie Jaya) serta Desa Meunasah Pulo, Kecamatan Peudada (Bireuen). Bantuan diterima langsung oleh perangkat desa dan diperkuat pengiriman logistik melalui BWS Sumatera I.
Hutama Karya juga menyiapkan jembatan bailey dan alat berat di sejumlah titik akses sesuai koordinasi BPBD Aceh guna mempercepat proses pemulihan infrastruktur.
Harapan Pemulihan Akses Ekonomi
Ahmad Syarif (38), warga Desa Harapan Makmur di sekitar Ruas Tol Binjai–Langsa, menceritakan kondisi saat banjir mulai merendam rumahnya menjelang dini hari. “Kami bangun-bangun air sudah hampir masuk ke tempat tidur… yang penting anak-anak dulu,” tuturnya. Ia berharap perbaikan akses jalan dan jembatan segera tuntas agar aktivitas ekonomi kembali bergerak.
Di Pidie Jaya, Nur Aini (34) menyampaikan bahwa bantuan yang diterimanya sangat membantu kebutuhan harian keluarganya selama tinggal di posko. “Sekarang yang kami tunggu jalan dan jembatan cepat normal supaya ekonomi di kampung hidup lagi,” katanya. /



