www.bisnistoday.co.id
Kamis , 30 Juli 2026
Home EKONOMI Dukung Pemulihan Ekonomi, BI Lanjutkan Stimulus Kebijakan Moneter
EKONOMI

Dukung Pemulihan Ekonomi, BI Lanjutkan Stimulus Kebijakan Moneter

Social Media

JAKARTA, Binistoday- Bank Indonesia (BI) akan melanjutkan stimulus kebijakan moneter untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Suku bunga rendah dan likuiditas longgar akan terus dipertahankan sampai ada tanda-tanda tekanan terhadap inflasi.

Bank Indonesia  melanjutkan keputusan bersama dengan Menteri Keuangan pada 16 April 2020 terkait skema dan mekanisme koordinasi pembelian Surat Utang Negara (SUN) dan atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di pasar perdana untuk menjaga kesinambungan keuangan negara.

BI juga mengembangkan instrumen derivatif jangka panjang antara lain Cross Currency Swap (CCS) dan Interest Rate Swap (IRS) untuk meningkatkan pengelolaan risiko sektor usaha melalui lindung nilai atas tekanan nilai tukar dan suku bunga.

“Kami (BI) juga  mengoptimalkan transaksi valuta asing melalui skema local currency swap untuk mendukung pengembangan sektor prioritas,”kata
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (1/2).

Selain melanjutkan stimulus kebijakan moneter, kata Ferry, di bidang makroprudensial akan didorong agar bank meningkatkan pembiayaan inklusif kepada UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah melalui kebijakan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial

Perbankan juga akan didorong mendukung pemulihan pembiayaan pada sektor prioritas melalui kebijakan rasio intermediasi makroprudensial sektoral yang sejalan dengan penjaminan kredit pemerintah.

“BI juga melanjutkan kebijakan dengan mempertahankan pelonggaran Loan To Value(LTV) untuk properti dan uang muka kredit kendaraan bermotor dan kendaraan bermotor berwawasan lingkungan,” ungkapnya.

Selanjutnya, di bidang sistem pembayaran akan diarahkan pada efisiensi transaksi, percepatan digitalisasi serta pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan yang inklusif.

Dari sisi efisiensi, BI melanjutkan penurunan tarif Sistem Kliriing Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan sistem BI RTGS serta melakukan review kebijakan harga kartu kredit.

“Kebijakan elektronifikasi juga akan terus diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah, otoritas terkait serta industri melalui perluasan fitur dan akselerasi merchant QRIS, elektronifikasi bantuan sosial nontunai serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah,” kata Perry./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Nilai Minat Kalangan Muda Berkoperasi Semakin Tinggi

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan minat kalangan muda...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri LH Ajak Koperasi Masuk Pasar Karbon

JAKARTA, Bisnistoday — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara konsisten...

Presiden AS Donald J Trump.
EKONOMIKawasan Global

Trump akan Terapkan Tarif Baru pada Lebih dari 80 Negara

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat akan mengenakan tarif antara 10% atau 12,5%...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Pastikan Arah Penguatan Koperasi Saat Dialog dengan Penggerak Koperasi di Pamekasan

PAMEKASAN, Bisnistoday – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan arahan sekaligus berdialog...