www.bisnistoday.co.id
Selasa , 21 April 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh dan Kuat
Ekonomi & Bisnis

Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh dan Kuat

Ekonomi Indonesia tetap tangguh
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah ketidak pastian ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2023 tetap kuat. Hal ini didukung oleh permintaan domesttik yang solid.

Direktur Departemen Komunikasi​ Bank Indonesia (BI0),  Nita A Muelgini kepada media di Jakarta, Selasa (07/11) mengatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2023 tetap tumbuh kuat sebesar 4,94 persen secara year on year (yoy), meskipun sedikit melambat dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 5,17 persen (yoy).

Ke depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan didukung oleh permintaan domestik, baik konsumsi swasta dan pemerintah, maupun investasi.

Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun 2023 tetap pada kisaran 4,5 sampai 5,3 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat di triwulan III-2023 ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,06 persen (yoy), seiring dengan kenaikan mobilitas yang terus berlanjut, daya beli masyarakat yang stabil, serta keyakinan konsumen yang masih tinggi.

Sementara itu, konsumsi pemerintah mengalami kontraksi minus 3,76 persen (yoy) yang disebabkan terutama oleh belanja pegawai yang mengalami pergeseran sehubungan penyaluran gaji ke-13 ke triwulan II.

Pertumbuhan investasi secara keseluruhan meningkat menjadi 5,77 persen (yoy) seiring dengan berlanjutnya pembangunan infrastruktur pemerintah di berbagai wilayah Indonesia, termasuk proyek pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Di sisi lain, meski ekspor secara keseluruhan terkontraksi sebesar 4,26 persen (yoy) akibat turunnya ekspor barang sejalan dengan perlambatan ekonomi global, ekspor jasa tetap tumbuh kuat didukung kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap kuat juga tercermin dari sisi lapangan usaha dan spasial. Secara lapangan usaha (LU), sebagian besar LU pada triwulan III-2023 tetap mencatat pertumbuhan positif, terutama ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta konstruksi.

Pertumbuhan lapangan usaha tersebut ditopang permintaan domestik yang tetap kuat, termasuk pembangunan infrastruktur pemerintah di berbagai wilayah.

Sementara secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2023 yang tetap kuat juga terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Bali-Nusa Tenggara (Balinusra).

Perekonomian RI Tangguh

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah dinamika ketidakpastian global dan adanya pelemahan akibat kenaikan suku bunga.

“Apalagi dibandingkan beberapa negara ASEAN dan negara anggota G20 lainnya, Indonesia dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 5 persen merupakan salah satu brightspot di dunia,” kata Suahasil dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: IMF Menyakini Ekonomi Indonesia Stabil

Menurut Wamenkeu, beberapa leading indicators relatif tetap kuat hingga September 2023, salah satunya konsumsi masyarakat sebagai kontributor utama tumbuh sebesar 5,1 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan III-2023.

Selain itu, PMI manufaktur Indonesia pada bulan September tercatat berada pada level ekspansi yakni 52,3. Inflasi Indonesia juga tetap terjaga, dengan posisi terakhir sebesar 2,56 persen pada Oktober.

Meski begitu, Kementerian Keuangan mewaspadai inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) yang masih terpengaruhi oleh dampak El Nino. Kondisi itu melandasi pemerintah menyiapkan sejumlah paket kebijakan untuk mengantisipasi dampak El Nino dan dinamika global sehingga inflasi akan tetap terkendali.

Wamenkeu juga mengatakan belanja pemerintah cenderung menguat pada kuartal IV. Harapannya belanja pemerintah yang meningkat akan mengamankan pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga masih tetap sesuai angka proyeksi tahun ini yaitu sekitar di atas 5 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III telah dirilis oleh BPS sebesar 4,9 persen. Namun, kami meyakini bahwa pertumbuhan Indonesia hingga akhir tahun 2023 akan tetap di angka proyeksi 5,1 persen. Kuartal keempat akan menjadi kuncinya,” ujar Wamenkeu.

Di samping itu, pemerintah juga melihat kemungkinan defisit hingga akhir tahun akan bisa di bawah 2,3 persen, lebih rendah dari target APBN 2023 sebesar 2,84 persen.

Optimisme juga menimbang kinerja peningkatan konsumsi, investasi, dan net ekspor serta pertumbuhan penerimaan pajak pada sektor-sektor utama.

Menurut Suahasil, hal tersebut menunjukkan ketangguhan perekonomian Indonesia. “Jadi, perekonomiannya yang tangguh. Bukan hanya APBN yang tangguh, tapi perekonomian Indonesia secara keseluruhan juga tangguh. Ini merupakan fundamental yang sangat baik untuk situasi perekonomian Indonesia,” tutur dia../

 

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Utang Negara
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Bayang-Bayang “Debt Wall” 2026: Ujian Berat Fiskal Indonesia Saat Gejolak Global

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan menjelang tahun...

Jalan Nasional
Ekonomi & Bisnis

Menteri Dody Ungkapkan Peran Penting Penilik Jalan Berlubang di Pantura Jawa

JAKARTA, Bisnistoday -  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan peran penilik...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Green X Buat MoU Terkait Pembangunan PLTS Untuk KDKMP di Wilayah 3T

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kerja sama dengan PT Energy...

PALMEX 2026
Ekonomi & Bisnis

Pelaku Industri Kelapa Sawit Global Bakal Semarakkan PALMEX Jakarta 2026

JAKARTA, Bisnistoday– PT Fireworks Indonesia akan menggelar PALMEX Jakarta edisi ke-16. Pameran...