JAKARTA, Bisnistoday – Endeavor Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa Jefferson Chen terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur ke-111 dari Indonesia melalui International Selection Panel (ISP) yang diselenggarakan di Singapura pada awal Februari 2026.
Pengakuan ini menempatkan Jefferson dalam jaringan global High-Impact Entrepreneurs yang dinilai mampu mendorong transformasi ekonomi di pasar berkembang.
Jefferson menuturkan, kepercayaan adalah fondasi dari ekonomi digital. Tanpa sistem yang mampu mengelola risiko secara akurat dan real-time, pertumbuhan yang ada tidak akan berkelanjutan.
“Kami membangun infrastruktur berbasis AI yang memungkinkan institusi keuangan memperluas akses kredit secara aman dan inklusif. Bergabung dengan jaringan Endeavor menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi global dan mempercepat inovasi dari Asia Tenggara ke pasar internasional,” ujar Jefferson Chen, Co-founder, Group Chairman, dan CEO Advance Intelligence Group di Jakarta, Senin (2/3)
Asia Tenggara tengah mengalami pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, didorong oleh lonjakan transaksi keuangan online dan penetrasi layanan pembiayaan digital. Namun, di balik ekspansi tersebut, risiko fraud global dalam pembayaran digital diproyeksikan melampaui US$40 miliar per tahun.
Kepercayaan adalah fondasi dari ekonomi digital. Tanpa sistem yang mampu mengelola risiko secara akurat dan real-time, pertumbuhan yang ada tidak akan berkelanjutan.
Di kawasan Asia Pasifik, lebih dari 80% institusi keuangan kini mengandalkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi dan mencegah fraud secara real-time guna menjaga keamanan dan kepercayaan pengguna.
“Melihat tantangan tersebut, saya membangun perusahaan berbasis AI yang berfokus pada solusi identitas digital, pencegahan fraud, serta credit decisioning untuk institusi keuangan dan fintech,” imbuhnya.
Berbagai studi industri menunjukkan bahwa sistem berbasis AI mampu meningkatkan tingkat deteksi fraud hingga 90–95%, sekaligus menurunkan tingkat false positive sebesar 30–60%, sehingga institusi keuangan dapat menyetujui lebih banyak pengguna yang legitimate tanpa mengorbankan aspek keamanan.
Di sisi operasional, otomatisasi proses onboarding dan monitoring transaksi juga terbukti mampu mengurangi kebutuhan manual review hingga 40–70% serta menekan biaya operasional tim fraud management hingga 30–50%. Melalui pemanfaatan teknologi AI, perusahaan membantu institusi memperluas akses kredit secara lebih aman, presisi, dan inklusif.
Perluas Dampak Global
Sebagai bagian dari jaringan Endeavor, Jefferson akan mendapatkan akses mentorship kelas dunia dari para founder, operator, dan investor global. Ia juga diharapkan dapat berperan sebagai peer mentor bagi entrepreneur lain, khususnya dalam membangun perusahaan teknologi berbasis AI dari Asia Tenggara yang mampu bersaing secara global.
“Di tengah berkembangnya teknologi AI secara global, kami percaya Jefferson tidak hanya akan mendapatkan akses mentorship dari jaringan Endeavor di seluruh dunia, tetapi juga dapat menjadi peer bagi para founder lainnya dalam mendukung perjalanan startup mereka hingga mampu melakukan scale-up bisnis dengan lebih cepat,” tutur Monika Rudijono, Managing Director Endeavor Indonesia.
“Dengan bergabungnya Jefferson sebagai Endeavor Entrepreneur, Advance Intelligence Group diharapkan dapat memperluas kolaborasi strategis lintas negara serta mempercepat pengembangan solusi AI yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang lebih aman dan berkelanjutan,” tutupnya./E2



