www.bisnistoday.co.id
Tuesday , 23 June 2026
Home HEADLINE NEWS Ferry Mursyidan, Sang Politisi Negarawan
HEADLINE NEWSNASIONAL & POLITIKPolitik & Keamanan

Ferry Mursyidan, Sang Politisi Negarawan

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Ini sambutan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam acara sosialisasi empat pilar dan peluncuran buku ” Ferry Mursyidan Baldan  Sang Politisi Negarawan, pada hari Senin (10/4/23) diG edung Nusantara IV Komplek Parlemen.

Hadir dalam acara itu, Hanifah Husein, istri dari almarhum Mas Ferry Mursyidan Baldan, beserta perwakilan keluarga. Selain itu juga hadir para tokoh dan sahabat almarhum Bapak Fery Mursidan Baldan :  Dr. Ir. Akbar Tanjung beserta Ibu;  tokoh Senior Partai Golkar, mantan Ketua DPR, Drs. H. Abdul Latief  tokoh senior Partai Golkar, Pendiri HIPMI dan mantan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya).

Drs. H. Darul Siska anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar) ,Dr. Fadlansyah Lubis, S.H., L.L.M.  Wakil Sekretaris Kabinet RI),Prof. Dr. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum. Ketua umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul ulama, yang juga mantan Anggota DPR RI dan Anggota BPK RI), prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A. Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Bambang mengatakan sepanjang hidupnya sebagai politisi senior Partai Golkar, Mas Ferry selalu taat asas, konstitusional, dan kecintaannya pada NKRI tak perlu diragukan.

“Terakhir saya bertemu beliau tahun lalu, di acara ulang tahun saya yang ke-60 bersama Forum PEMRED. Beliau menyampaikan pesan : kegiatan Sosialisasi Empat Pilar.”

MPR RI harus dapat menghadirkan dan ”menghidupkan” nilai-nilai luhur kebangsaan, agar benar-benar membumi, menjadi denyut nadi dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan tidak hanya hadir dalam alam utopia.

Nilai-Nilai Luhur

Bagi Bambang, ini bukan perkara mudah, karena seiring kemajuan zaman, nilai-nilai luhur yang kita yakini tersebut akan selalu dihadapkan pada kontestasi, dengan masuknya faham-faham asing, yang difasilitasi oleh pesatnya kemajuan teknologi informasi, dan derasnya arus globalisasi.

Misalnya, kita merasa prihatin, bahwa kehadiran faham-faham asing tersebut telah mempengaruhi cara pandang sebagian kecil masyarakat kita, yang menganggap bahwa Pancasila sudah tidak lagi relevan dijadikan sebagai ideologi dan dasar negara. Ironisnya, pandangan ini mengemuka dari dalam negeri, justru di tengah banyaknya entitas internasional yang mengagumi Pancasila.

Salah satunya adalah Profesor Marco Impagliazzo, Pimpinan Komunitas Sant Edigio, organisasi internasional yang berpusat di Roma, Italia, yang memiliki keanggotaan mencakup 73 negara. Beliau menyatakan bahwa Pancasila dengan nilai-nilai universal yang dikandungnya, layak diangkat sebagai rujukan peradaban dunia.

Selanjutnya, Profesor Thomas Meyer, akademisi dari Universitas Dortmund, Jerman, mengungkapkan bahwa Pancasila telah menjadi bahan kajian akademisi di Eropa. Ideologi Pancasila dinilai lebih baik daripada faham neo-liberalisme dan fundamentalisme keagamaan yang menjadi kekuatan politik terbesar pada abad 21.

Membangun Pluralisme

Akademisi internasional lainnya, Donald K. Emmerson, profesor ilmu politik di University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat, menyatakan bahwa kunci sukses Indonesia membangun pluralisme di tengah keberagaman identitas budaya, adalah adanya ideologi Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang dengan keduanya, Indonesia juga dinilai dapat menjadi jembatan peradaban bagi dunia, dalam memaknai pluralisme.

Bahkan jika kita merujuk pada catatan sejarah, jauh sebelumnya, pidato Bung Karno dalam ”memperkenalkan” Pancasila di hadapan Kongres Amerika Serikat pada tahun 1956, disambut dengan gegap gempita oleh segenap anggota Kongres. Pertanyaan-nya kemudian, ketika Pancasila begitu dikagumi dan disanjung dunia internasional, mengapa di negeri sendiri, masih ada sebagian anak bangsa, –sang pemilik Pancasila— yang justru menyangsikan, bahkan me-negasikan, nilai-nilai luhur Pancasila ?

“Saya    sepakat  dengan  pandangan Mas   Ferry Mursyidan Baldan, salah satu alasan yang mungkin dapat dikemukakan  adalah, bahwa masih minimnya tokok-tokoh negarawan yang dapat dijadikan panutan dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, menyebabkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya nampak di permukaan, belum benarbenar membumi, dan masih miskin dalam manifestasi dan keteladanan, dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.”

Memberikan Keterladanan

Dalam konteks manifestasi dan keteladanan nilai-nilai luhur kebangsaan inilah, peluncuran buku tentang almarhum Ferry Mursyidan Baldan pada hari ini, menemukan kontekstualitas dan relevansinya. Tujuan peluncuran buku ini juga memiliki spirit yang sama, yaitu untuk mewariskan nilai-nilai luhur kebangsaan yang telah diteladan-kan oleh almarhum semasa hidupnya.

“Saya bersyukur, menjadi salah satu dari sekian banyak sahabat yang berkesempatan mengenal sosok almarhum, baik sebagai aktivis mahasiswa dan pimpinan organisasi kepemudaan (HMI, Kosgoro, AMPI, Partai Golkar), sebagai tokoh politik, Anggota MPR RI, maupun sebagai Menteri Kabinet.”

Sebagai aktivis, almarhum adalah sosok yang konsisten menjaga idealisme. Pemikiran kritis almarhum selalu dilandasi oleh itikad baik, untuk tidak sekedar mengoreksi, namun juga menawarkan solusi. Sebagai pimpinan organisasi kepemudaan, alamarhum selalu memberikan teladan, dorongan dan motivasi, serta menjadi inspirasi bagi segenap anggota dalam menjalankan roda organisasi.

Sebagai tokoh politik, almarhum menjadi figur yang taat asas dan taat hukum, memiliki pandangan visioner, dan senantiasa menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai prioritas utama. Sebagai anggota MPR, almarhum memiliki keteguhan komitmen dalam menjalankan tugas tugas konstitusionalnya sebagai anggota parlemen.

Langkah Terobosan

Sebagai Menteri Kabinet, almarhum telah melakukan berbagai langkah terobosan dan inovasi dalam bidang pelayanan publik, yang ber-orientasi pada budaya melayani dan prinsip efisiensi. Di samping itu, almarhum juga senantiasa mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap kebijakan yang menyangkut hak-hak kepegawaian.

Sebagai pribadi, para sahabat dan kolega mengenal almarhum sebagai sosok yang inklusif, mudah bergaul, berpandangan luas, selalu berfikiran positif dan menjauhkan diri dari prasangka. Almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dan egaliter. Karakter yang demikian bersahaja, menjadikan alamarhum mudah diterima oleh semua kalangan.

Dengan segala karakteristik yang telah saya uraikan di atas, rasanya tidak berlebihan bagi kita untuk bersepakat dengan isi buku yang diluncurkan pada hari ini, bahwa alamarhum adalah salah satu di antara sedikit ”Politisi Negarawan” yang kita miliki.

Mengenang perjalanan kehidupan alamarhum Ferry Mursyidan Baldan, bukanlah untuk semata-mata menghadirkan romantisme masa lalu. Lebih dari itu, kita berharap bahwa kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari segala hal positif mengenai almarhum. Meskipun almarhum telah berpulang ke hadapan ilahi, segala amal baik dan keteladanan almarhum akan terus hidup dalam hati sanubari kita semua.

“Oleh karena itu, saya menyambut baik penerbitan buku ini, agar keteladanan karakter dan wawasan kebangsaan almarhum, dapat diabadikan dan menjadi legasi kesejarahan, yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Pemikiran, sikap, dan keteladanan karakter pada diri almarhum, adalah manifestasi yang nyata dan membumi, dari implementasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI. ”

“Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Sekali lagi saya ucapkan selamat atas peluncuran buku ini, dan merupakan suatu kehormatan bagi saya, mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan testimoni sebagai sahabat almarhum. Harapan saya, buku ini dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya anak bangsa, sebagai sumber inspirasi dan sekaligus teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsan dan bernegara.”/

Archives

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pelaku Usaha
HEADLINE NEWS

“Business Networking” Jembatani Pelaku Usaha dengan Negara Mitra

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan menggelar jejaring bisnis (business networking) yang mempertemukan...

Politik & Keamanan

Megawati Gelar Silaturahmi Kebangsaan Bersama Tokoh Gerakan Nurani Bangsa

JAKARTA - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan,...

Menaker
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menaker Yassierli : Pekerja Mesti Menyikapi Tantangan Dunia Kerja Baru

BANDUNG, Bisnistoday - Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi...

Fahri Hamzah
Politik & Keamanan

Fahri Hamzah: Banyak Orang Kaget Transformasi Besar-besaran yang Dilakukan Prabowo

JAKARTA- Bisnistoday - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus...