www.bisnistoday.co.id
Kamis , 25 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional GP Ansor Kecam Tayangan Trans7 yang Lecehkan Kiai dan Pesantren
Nasional

GP Ansor Kecam Tayangan Trans7 yang Lecehkan Kiai dan Pesantren

Ketum GP Ansor
Ketum GP Ansor./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengecam keras tayangan program *Xpose* di Trans7 yang menampilkan pemberitaan bernuansa pelecehan dan pencemaran terhadap kiai serta pesantren.

Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, menyatakan bahwa tayangan tersebut tidak hanya melanggar etika jurnalistik, serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Siaran (P3SPS), tetapi juga mencederai martabat ulama dan lembaga pendidikan Islam yang telah berperan besar dalam membangun moral dan karakter bangsa.

 “Kiai bukan komoditas pemberitaan. Mereka adalah penjaga ilmu, moral, dan akhlak bangsa. Tidak boleh ada satu pun media yang menjadikan pesantren atau kiai sebagai bahan sensasi atau framing negatif,” tegas Addin Jauharudin di Jakarta, Senin (14/10).

Addin menilai pemberitaan dalam program *Xpose* tersebut tidak berimbang dan cenderung melakukan framing negatif terhadap tokoh agama. Padahal, kaidah jurnalistik dan P3SPS mewajibkan media menjaga kualitas, akurasi, dan etika dalam pemberitaan, termasuk dengan memberi ruang berimbang (*cover both side*).

Menurutnya, tindakan media yang mengabaikan prinsip tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman publik serta mengikis kepercayaan masyarakat terhadap peran ulama dan pesantren.

“Kami menilai ini sebagai bentuk distorsi terhadap peran pesantren dan kiai. Ada upaya menjauhkan kiai dari umat dengan menampilkan narasi yang menyesatkan. Kami tidak akan tinggal diam,” tegas Addin.

Addin juga menegaskan bahwa momentum **Hari Santri Nasional** tahun ini harus menjadi pengingat bagi seluruh kader Ansor dan Banser untuk bersatu dalam menjaga kehormatan ulama dan pesantren.

“Momentum Hari Santri memerintahkan kepada seluruh kader Ansor dan Banser di mana pun berada: siapa pun yang melecehkan kiai dan pesantren, akan kita hadapi. Tapi kita tetap akan menempuh langkah-langkah yang beradab dan konstitusional,” ujarnya.

GP Ansor melalui LBH GP Ansor juga menyampaikan tiga sikap tegas atas tayangan tersebut:

Pertama, menuntut Trans7 untuk menayangkan program penyeimbang yang menampilkan kiprah santri, pesantren, dan kiai dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua, mendorong KPI  untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik dan P3SPS dalam pemberitaan program *Xpose* tersebut.

Ketiga, mengajak seluruh santri dan masyarakat pesantren untuk tetap tenang, beradab, dan menempuh langkah hukum sesuai prosedur, serta menyerukan kepada seluruh kader Ansor dan Banser untuk tetap satu komando menunggu arahan organisasi.

 “Kita tidak menolak kritik, tetapi harus disampaikan dengan tanggung jawab dan adab. Jangan sampai media menjadi alat yang melemahkan institusi keagamaan yang justru menjadi pilar moral bangsa,” tutup Addin Jauharudin.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wamen BPN
Nasional

Pengamanan Aset, Pemprov DKI Jakarta Beri Penghargaan Kementerian ATR/BPN

JAKARTA, Bisnistoday  - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo memberikan penghargaan kepada...

PLN ICON
Nasional

PLN Icon Plus SBU Sumbagsel Edukasi Lingkungan bagi Anak-anak Panti Asuhan Nurul Huda

PALEMBANG, Bisnistoday - PLN Icon Plus SBU Sumbagsel menyelenggarakan kegiatan edukasi lingkungan...

Sertipikat Elektronik
Nasional

Warga Kab.Bogor Merasa Aman Dengan Sertipikat Elektronik

BOGOR, Bisnistoday - Masyarakat yang sudah beralih dan memiliki Sertipikat Elektronik mulai...

Menteri PU
Nasional

Ancaman El Nino, Menteri PU Siapkan Pasokan Air untuk Pangan Nasional

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi...