JAKARTA, Bisnistoday – Pengamat saham memperkirakan pasar saham di Indonesia masih tetap berisiko ketika MSCI masih membuka peluang untuk mendowngrade pasar Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market. Tekanan jual sulit ditahan sehingga mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terjungkal.
Pada penutupan perdagangan Rabu (24/6), IHSG merosot sebesar 217 poin setara 3,56 persen ke level 5.883.
Menurut analis senior dari PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Wisnubroto, MSCI mengonfirmasi Indonesia tetap berstatus Emerging Market. Meskit begitu, MSCI menegaskan bahwa konsistensi dan cakupan implementasi reformasi regulasi mulai dari transparansi kepemilikan hingga free float akan terus dipantau hingga November 2026.
“Risiko downgrade ke Frontier Market bukan skenario dasar, tetapi tetap menjadi tail risk yang menahan normalisasi arus dana asing,” urai Rully di Jakarta.
Rully menambahkan, narasi “sell Indonesia” tidak sejalan dengan data kepemilikan asing. Walaupun Indonesia berada pada posisi underweight di benchmark, investor aktif mempertahankan eksposur melalui bank-bank besar dan menghindari nama dengan free float dan tata kelola yang lemah.
“Tekanan lebih banyak datang dari dana pasif yang mengurangi bobot karena faktor teknis indeks, bukan karena hilangnya keyakinan fundamental terhadap Indonesia,” urainya./









































