www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 15 Agustus 2026
Home HEADLINE NEWS IHSG Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Rupiah Terus Tertekan
HEADLINE NEWS

IHSG Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Rupiah Terus Tertekan

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan rekor penutupan tertinggi pada perdagangan Selasa (24/9/2025). IHSG ditutup menguat tipis 0,25% ke level 8.126,56, meski dibayangi tekanan pada nilai tukar Rupiah yang melemah hingga menyentuh Rp16.676 per dolar AS, level terendah sejak April lalu.

Tasrul Tanar, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai tren IHSG masih berada dalam momentum bullish meski rawan koreksi.

“IHSG masih bergerak di channel naik dengan critical level di 8.026. Momentum bullish kuat, tetapi indeks sudah mendekati resistance sehingga rawan profit taking. Indikator teknikal menunjukkan kondisi jenuh beli,” ujar Tasrul di Jakarta, Kamis (25/9).

Dari sisi teknikal, indikator MACD memang masih positif, namun momentum pergerakan mulai melemah. RSI mencapai 95,05 dan MFI menyentuh level 100, mengindikasikan kondisi overbought yang berpotensi memicu aksi ambil untung.

Sementara itu, Rully Arya Wisnubroto, Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai rekor kenaikan IHSG kali ini masih bersifat spekulatif.

“Meskipun IHSG kembali cetak rekor, kami melihat tren penguatan ini belum ditopang fundamental yang kuat. Investor asing justru mencatat net sell Rp524,6 miliar, dengan saham BBCA terkoreksi 1,3% akibat aksi jual asing sebesar Rp264 miliar,” jelas Rully.

Rully menambahkan, risiko pasar juga tercermin dari naiknya Credit Default Swap (CDS) 5 tahun Indonesia yang kini berada di level 81,83, disertai pelemahan Rupiah yang lebih tajam dibandingkan mata uang kawasan. Dalam lima hari terakhir, Rupiah tercatat melemah 1,5%, lebih dalam dibanding Peso Filipina (-1%), Ringgit Malaysia (-0,5%), dan Baht Thailand (-0,8%).

Tekanan terhadap Rupiah juga dipicu kekhawatiran investor atas kebijakan fiskal pemerintah.“Sentimen negatif muncul karena kebijakan fiskal yang ditempuh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dinilai terlalu agresif dan kurang hati-hati, sehingga meningkatkan persepsi risiko,” pungkas Rully.

Dengan kondisi ini, pelaku pasar diimbau tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek, meski IHSG masih berada di tren naik./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Presiden Prabowo
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo : RAPBN 2027 Fokus Untuk Wujudkan Delapan Program Kerja Prioritas Nasional

JAKARTA, Bisnistoday – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan arsitektur Rancangan Anggaran Pendapatan dan...

Molinas
HEADLINE NEWS

Kemandirian Industri dan Teknologi, Presiden Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Asosissi Jalan Tol
HEADLINE NEWS

Penyesuaian Regulasi Dinilai Penting Dalam Mendukung Investasi Jalan Tol

JAKARTA, Bisnistoday – Investasi jalan tol di Indonesia memerlukan dukungan kepastian regulasi...