www.bisnistoday.co.id
Jumat , 18 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat
Bursa

IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

IHSG dan rupiah menguat
IHSG dan kurs rupiah pada perdagangan Senin (06/05) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan awal pekan, Senin (06/05) ditutup menguat tipis 1,16 poin ke posisi 7.135,89. Sementara indeks LQ45 naik 2,96 poin ke posisi 906,29.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya, Senin (06/05) menyebut, penguatan IHSG kali ini mengikuti pergerakan bursa kawasan Asia. Penguatan tak lepas dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (03/05), dimana non farm payrolls (NFP) yang sebelumnya berada di level 315.000 menurun menjadi 175.000.

Selain itu, unemployment rate AS juga naik dari sebelumnya 3,8 persen menjadi 3,9 persen, yang memperkuat spekulasi bahwa penurunan suku bunga The Fed kemungkinan akan dilakukan pada September 2024.

Dari Asia, Bank of Japan diduga telah menghabiskan lebih dari 9 triliun Yen (59 miliar dolar AS) untuk mendukung mata uang mereka pada pekan lalu dan membawa Yen dari level terendah dalam 34 tahun di level 160,245 per dolar AS menjadi hanya sekitar 151,86 per dolar AS.

Dari dalam negeri, IHSG menguat akibat PDB kuartal I-2024 yang naik ke level 5,11 persen (yoy) setelah sebelumnya berada pada level 5,04 persen (yoy), atau mendekati target pemerintah tahun 2024 yang sebesar 5,2 persen (yoy).

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dipimpin sektor properti yang naik 2,56 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 1,49 persen dan 1,28 persen.

Sedangkan tiga sektor terkoreksi yaitu sektor industri turun paling dalam minus 1,76 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor kesehatan yang masing-masing minus 0,09 persen dan 0,03 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LPKR, AREA, PYFA, PTRO dan PGEO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TGUK, SURI, KOTA, ATLA dan WIKA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.140.528 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,36 miliar lembar saham senilai Rp11,65 triliun. Sebanyak 309 saham naik, 261 saham menurun, dan 209 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: Pasar Merespon Positif Kebijakan BI Menahan Suku Bunga, IHSG Menguat

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Hang Seng menguat 102,38 poin atau 0,55 persen ke 18.578,30, indeks Hang Seng menguat 25,89 poin atau 1,16 persen ke 3.140,71, dan indeks Strait Times menguat 10,26 poin atau 0,31 persen ke 3.303,18. Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) libur memperingati hari libur nasional negara tersebut.

Rupiah Menguat

Sementara itu, nilai tukar (kurs) ditutup menguat 57 poin atau 0,36 persen menjadi Rp16.026 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.083 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin turut menguat ke level Rp16.025 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.094 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova menyatakan data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11 persen (year on year/yoy) pada kuartal I-2024 menopang penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Data PDB (Produk Domestik Bruto) berpengaruh cukup signifikan terhadap nilai tukar rupiah karena masih ditopang oleh tingkat konsumsi masyarakat,” kata dia seperti dikutif Antara.

Pada siang tadi, BPS mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal keempat 2023 yang sebesar 5,04 persen, dan tertinggi sejak tahun 2015. Kendati begitu, ada kontraksi 0,83 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (quarter to quarter).

Berdasarkan besaran PDB Atas Dasar Harga Berlaku, tercatat sebesar Rp5.288,3 triliun, sedangkan PDB Atas Dasar Harga Konstan mencapai Rp3.112,9 triliun.

Melihat dari faktor global, penguatan kurs rupiah dipengaruhi data Non-Farm Payroll (NFP) dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur ISM Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.

Pada Jumat (3/5), diketahui bahwa data PMI Manufaktur ISM AS pada April 2024 hanya mencapai angka aktual 49,2, lebih rendah dari perkiraan sebesar 50,0 atau dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 50,3.

Begitu pula dengan data NFP April 2024 yang hanya mencapai angka aktual 175 ribu, lebih rendah dari dugaan sebesar 238 ribu atau dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 315 ribu.

“Nilai tukar rupiah hari ini diprediksi kembali menguat terhadap dollar AS pada kisaran Rp16 ribu-Rp16.100 dipengaruhi oleh faktor eksternal, (yakni) penurunan index dollar AS dan obligasi pemerintah AS. Index dolar dan obligasi AS mengalami penurunan disebabkan oleh melemahnya data-data pekerja AS (yang) di bawah ekspektasi pasar, seperti data NFP,” ucap Rully./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...