www.bisnistoday.co.id
Jumat , 18 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG dan Rupiah Kembali Anjlok
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG dan Rupiah Kembali Anjlok

IHSG melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (31/05) terus melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs rupiah pada perdagangan Selasa (25/1) ditutup anjlok seiring dengan melamahnya indeks saham di Asia yang dipicu kekhawatiran investor mengenai potensi konflik militer di Ukrania dan menjelang pertemuan bank sentral Amerika Srikat, Federal Reserve (Fed) yang akan memberi petunjuk waktu dan besaran kenaikan suku bunga.

IHSG ditutup melemah 86,99 poin ke posisi 6.568,17. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 10,15 poin ke posisi 939,34. Sedangkan kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.350 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.335 per dolar AS

Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan, pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed memberi tekanan pada bank sentral di Asia untuk juga memperketat kebijakan moneter sehingga berpotensi berdampak negatif pada pasar saham di kawasan Asia seperti yang terjadi pada 2013 ketika bank sentral AS mulai melakukan tapering pasca-krisis finansial global.

Bank sentral Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS) hari ini secara tak terduga memperketat kebijakan moneter dengan sedikit melebarkan laju apresiasi mata uang dolar Singapura (SGD), namun besarnya kisaran pergerakan SGD atau yang lebih di kenal dengan SGD NEER (Nominal Effective Exchange Rate) serta nilai tengah dalam kisaran tersebut tetap tidak berubah.

Sementara itu minggu lalu Bank Indonesia (BI) mengejutkan pasar dengan kenaikan 300 basis poin pada Giro wajib Minimum (GWM) perbankan untuk delapan bulan ke depan.

Investor hari ini juga mencerna rilis data inflasi inti Australia yang pada kuartal IV 2021 tumbuh dengan laju tercepat sejak 2014 didorong oleh kenaikan harga BBM dan harga perumahan, sehingga memicu spekulasi bahwa bank sentral Australia (RBA) akan menaikkan suku bunga acuan lebih awal dari perkiraan

Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih nyaman berada di teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 3,88 persen, diikuti sektor transportasi dan sektor keuangan masing-masing turun 2,68 persen dan 2,25 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp110,2 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp36,61 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.434.039 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,01 miliar lembar saham senilai Rp13,27 triliun. Sebanyak 126 saham naik, 432 saham menurun, dan 123 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 457,03 poin atau 1,66 persen ke 27.171,34, Indeks Hang Seng turun 412,85 poin atau 1,67 persen ke 24.243,61, dan Indeks Straits Times terkoreksi 35,59 atau 1,08 persen ke 3.247,76.

Rupiah Melemah

Di pasar uang, analis Monex Investindo Futures dalam kajiannya menyebutkan, mata uang dolar AS menguat di tengah sentimen beberapa bank yang meningkatkan perkiraan untuk kecepatan dan ukuran dari pengetatan kebijakan dari The Fed.

The Fed diperkirakan akan memberi sinyal dimulainya kenaikan suku bunga pada Maret 2022, sementara berpotensi menunjukkan seberapa cepat mereka akan mengurangi kepemilikan obligasi dan surat utang hipotek yang telah membengkakkan neraca hingga melewati 8 triliun dolar AS.

Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan kenaikan pertama menjadi 0,25 persen pada Maret dan sisa tiga kenaikan lagi menjadi 1 persen pada akhir tahun.

Sementara itu, dari perkembangan ketegangan di Ukraina, pelaku pasar sampai saat ini sebagian besar mengabaikan pengerahan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina, namun ketegangan telah meningkat akhir-akhir ini.

North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengatakan bahwa pihaknya menempatkan pasukan dalam keadaan siaga dan memperkuat Eropa Timur dengan lebih banyak kapal dan jet tempur, yang tindakan tersebut dikecam oleh Rusia sebagai peningkatan ketegangan.

Amerika Serikat juga sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan beberapa pasukan yang ditempatkan di Eropa barat ke Eropa timur dalam beberapa pekan mendatang dan Presiden AS Joe Biden memerintahkan para keluarga diplomat untuk meninggalkan Kyiv.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.350 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.348 per dolar AS hingga Rp14.364 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp14.358 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.327 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan dari The Infobank Insurance Award 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan...