www.bisnistoday.co.id
Selasa , 16 Juli 2024
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG dan Rupiah Menguat
Bursa

IHSG dan Rupiah Menguat

IHSG DAN RUPIAH MENGUAT: Pelaku pasar tampaknya mengabaikan konfik antara Rusia dan Ukrania. Bursa regional Asia pada perdagangan akhir pekan bergerak menguat termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday + Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (10/07) ditutup menguat 17,24 poin ke posisi 7.287,04. Sementara indeks LQ45 naik 2,91 poin ke posisi 912,32. penguatan seiring pernyataan dovish (lunak) dari Ketua The Fed Jerome Powell di depan Komite Perbankan DPD (Senate) Amerika Serikat (AS).

“Ekspektasi penurunan suku bunga masih tetap terjaga utuh menyusul pernyataan dovish (lunak) ketua bank sentral AS The Fed Jerome Powell di depan Komite Perbankan DPD (Senate) AS,” sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya.

Jerome Powell memberikan indikasi bahwa The Fed semakin dekat untuk merasa nyaman mengenai pemangkasan suku bunga, setelah melihat bukti penurunan inflasi.

Powell mencatat bahwa data inflasi di kuartal I-2024 gagal menambah rasa percaya para pejabat tinggi The Fed bahwa lonjakan inflasi sudah mulai terkendali.

Powell juga mengekspresikan kekhawatiran bahwa menahan suku bunga di tingkat yang terlalu tinggi untuk periode waktu yang terlalu lama dapat membahayakan pertumbuhan ekonomi.

Namun demikian, Powell tidak memberikan indikasi jelas mengenai kapan Federal Reserve mungkin akan melakukan penurunan suku bunga pertama.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat dipimpin oleh sektor industri yang naik sebesar 0,52 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor kesehatan yang masing-masing naik sebesar 0,45 persen dan 0,38 persen.

Sedangkan, lima sektor turun yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus 0,71 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing turun sebesar 0,31 persen dan 0,71 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LABS, OILS, TRUK, GUNA dan ISEA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MKAP, GOLF, BLES, IBOS dan BUKA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.096.463 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,61 miliar lembar saham senilai Rp8,95 triliun. Sebanyak 262 saham naik 268 saham menurun, dan 259 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: Pelaku Pasar Tunggu Sinyal The Fed, IHSG Menguat

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 251,80 poin atau 0,61 persen ke 41,832,00, indeks Hang Seng melemah 51,56 poin atau 0,29 persen ke 17.471,69, indeks Shanghai melemah 20,01 poin atau 0,68 persen ke 2.939,36, dan indeks Strait Times menguat 29,15 poin atau 0,85 persen ke 3.455,25

Rupiah Menguat

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 10 poin menjadi Rp16.241 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.251 per dolar AS. Penguatan seiring meningkatnya spekulasi pemotongan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

“Hal ini membuat semakin kuatnya spekulasi pelaku pasar bahwa The Fed akan melakukan pemotongan suku bunganya pada September mendatang,” kata analis ICDX, Taufan Dimas Hareva seperti dikutif Antara.

Taufan menuturkan Ketua bank sentral AS atau The Fed Jerome Powell mencatat bahwa perekonomian mengalami kemajuan besar menuju sasaran inflasi 2 persen yang ditetapkan oleh The Fed. Ia juga mencatat bahwa kondisi pasar tenaga kerja telah mereda namun tetap kuat.

Fed percaya bahwa “sikap kebijakan moneter yang ketat membantu menyeimbangkan kondisi permintaan dan penawaran dan memberikan tekanan pada inflasi”.

Selanjutnya, fokus pelaku pasar adalah data Indeks Harga Konsumen (CPI) Juni 2024 yang sangat dinanti. IHK utama Juni 2024 diperkirakan melambat menjadi 3,1 persen, turun dari angka bulan Mei sebesar 3,3 persen, sehingga menandai perlambatan bulanan ketiga berturut-turut.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu meningkat ke level Rp16.256 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.281 per dolar AS./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Happy Anniversary Bisnistoday.co.id

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

ihsg melemah
Bursa

Awal Pekan IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan,...

IHSG dan rupiah menguat
Bursa

Akhir Pekan IHSG dan Rupiah Kembali Menguat

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs rupiah pada...

Bursa

Pasar Respon Positif Pidato Ketua The Fed, IHSG dan Rupiah Menguat

JAKARTA, Bisnistoday - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (11/07)...

Bursa

Pelaku Pasar Tunggu Sinyal The Fed, IHSG Menguat

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (09/07)...