JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan awal pekan, Senin (03/06) ditutup menguat.
IHSG menguat 65,44 poin ke posisi 7.036,18. Indeks LQ45 naik 16,85 poin ke posisi 888,28. Sementara rupiah menguat 23 poin menjadi Rp16.230 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.253 per dolar AS.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (03/06) menyebut, penguatan IHSG dukung oleh indeks Infrastruktur. Indeks manufaktur Indonesia masih di zona ekspansi meskipun pada Mei 2024 menunjukkan adanya pertumbuhan perlambatan aktivitas manufaktur. PMI Manufaktur S&P Global Indonesia menjadi 52,1 pada Mei 2024 dari sebelumnya 52,9 pada April 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Mei 2024 mencapai 2,84 persen year on year (yoy), dan secara bulanan, Indonesia pada Mei 2024 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen month to month (mtm).
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat yaitu dipimpin sektor kesehatan sebesar 1,58 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 1,14 persen dan 1,04 persen.
Sedangkan empat sektor terkoreksi yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam minus 0,64 persen, diikuti sektor properti dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing minus 0,45 persen dan minus 0,26 persen.
Baca juga: IHSG Menguat 44,16 Poin
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SURI, AREA, PPRI, PTRO dan BIPI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni CARE, VTNY, PTPS, BBKP dan BSBK.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 952.791 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,57 miliar lembar saham senilai Rp10,76 triliun. Sebanyak 278 saham naik, 299 saham menurun, dan 203 tidak bergerak nilainya.
Rupiah Menguat
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS menguat 23 poin menjadi Rp16.230 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.253 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, penguatan didorong data inflasi dalam negeri yang membaik. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia mengalami inflasi tahunan (year-on-year/yoy) 2,84 persen pada Mei 2024.
Tingkat inflasi itu lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 3 persen.
Selama sepekan, rupiah terdepresiasi sebesar 1,58 persen week to week (wtw) akibat pernyataan hawkish pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin naik ke level Rp16.225 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.251 per dolar AS./



