www.bisnistoday.co.id
Rabu , 22 April 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Menguat
Bursa

IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Menguat

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan Rabu (31/05) ditutup melemah.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (31/05) ditutup melemah 63,39 poin ke posisi 6.970,74. Sementara indeks LQ45 turun 2,69 poin ke posisi 871,42.

Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (31/05) menyebut pada perdagangan hari ini perhatian investor tertuju pada rilis data PCE Price Index AS yang merupakan indikator favorit Federal Reserve untuk mengukur inflasi.

Pada hari ini, merupakan hari yang cukup sibuk karena investor mengantisipasi sejumlah rilis data ekonomi dari kawasan Asia dan juga dari negara-negara maju.

Dari Asia, data Industrial Production dan Penjualan Ritel dari Korea Selatan dan Jepang rilis pada hari ini, serta Jepang juga di jadwalkan merilis data Tingkat Pengangguran dan data Inflasi (CPI) bagi wilayah Tokyo dan sekitarnya.

China di jadwalkan merilis data resmi Purchasing Managers’ Index (PMI) yang meliputi General PMI, Manufacturing PMi dan Non-Manufacturing PMI.

Kemudian, dari Eropa, investor menunggu rils data Inflasi zona Euro dan data pertumbuhan ekonomi (PDB) Perancis dan Italia.

Dibuka menguat IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor keuangan yang naik 0,43 persen.

Sedangkan, sepuluh sektor turun dipimpin sektor infrastruktur yang turun 3,17 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor industri yang turun masing- masing sebesar 2,49 persen dan 2,12 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu UNIQ, SCMA, NASI, INDY dan MKAP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MHKI, AREA, BIPI, SMLE, dan KPIG.

Baca juga: Awal Pekan IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.016.144 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,05 miliar lembar saham senilai Rp35,33 triliun. Sebanyak 199 saham naik, 372 saham menurun, dan 209 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 433,79 poin atau 1,14 persen ke 38.487,89, indeks Hang Seng melemah 150,58 poin atau 0,83 persen ke 18.079,60, indeks Shanghai melemah 4,86 poin atau 0,16 persen ke 3.086,81.dan indeks Strait Times menguat 13,21 poin atau 0,40 persen ke 3.336,59.

Rupiah Menguat

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 12 poin menjadi Rp16.253 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.265 per dolar AS.

“Produk Domestik Bruto perekonomian AS tumbuh sebesar 1,3 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2024,” kata analis Finex, Brahmantya Himayan seperti dikutif Antara.

Brahmantya menuturkan angka PDB tersebut di bawah perkiraan awal sebesar 1,6 persen dan 3,4 persen pada PDB kuartal IV-2023, terutama disebabkan oleh revisi penurunan belanja konsumen. Namun pertumbuhan tersebut terus menunjukkan perlambatan sejak kontraksi pada paruh pertama tahun 2022.

Saat ini, pelaku pasar menantikan data PCE Price Index Amerika Serikat yang menjadi pedoman inflasi bagi bank sentral AS atau The Fed untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga The Fed yang akan dirilis pada Jumat malam WIB.

Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah saat Israel menyerang kamp di Rafah yang menewaskan 45 orang dengan dasar pembelaan diri atas serangan yang diterima Tel-Aviv akhir pekan lalu, serta ketegangan Laut Cina setelah penunjukan Lai Ching-de sebagai presiden baru Taiwan dapat meningkatkan permintaan dolar Amerika sebagai aset safe-haven.

Namun aktor utama fundamental pekan ini adalah data PCE Price Index, ukuran inflasi pilihan The Fed yang akan dirilis Jumat malam ini pukul 19:30 WIB.

Data tersebut diperkirakan akan menunjukkan pelemahan inflasi yang dapat mendukung penguatan rupiah atas dolar AS selanjutnya.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat, naik ke level Rp16.251 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.253 per dolar AS./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Beritasatu Network

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
BursaHEADLINE NEWS

Penguatan IHSG Masih Terbuka, Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saat Pasar Volatile

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti peluang investasi di...

Bursa

Traxindo Resmi Kantongi Izin sebagai Penasihat Berjangka dari Bappebti

JAKARTA, Bisnistoday - Traxindo secara resmi telah memperoleh izin usaha sebagai Perusahaan...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Kembali Terguncang, Sentimen Negosiasi AS dan Iran Masih Buntu

JAKARTA, Bisnistoday – Sentimen global masih mendominasi arah pergerakan Indeks Harga Saham...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Minim Stimulus, IHSG Cenderung Bertahan Sepekan

JAKARTA, Bisnistoday – Penutupan perdagangan, Jumat (3/4) kemarin, memperlihatkan Indeks Harga Saham...