www.bisnistoday.co.id
Kamis , 9 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat, Kurs Rupiah Menguat
BursaBURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat, Kurs Rupiah Menguat

Kurs rupiah pada perdagangan Jumat (28/4) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan,  Jumat (28/4) ditutup menguat 33 poin ke posisi Rp14.674 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.707 per dolar AS.

Pengamat pasar uang,Aristor Tjendra mengatakan, kurs rupiah masih menguat terhadap dolar AS karena ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS di akhir tahun.

Pertumbuhan ekonomi AS menurun secara signifikan pada kuartal pertama 2023, di tengah pukulan ganda dari kenaikan suku bunga dan inflasi terburuk dalam beberapa dekade.

Produk domestik bruto (PDB) AS, yang mengukur semua barang dan jasa yang diproduksi, naik 1,1 persen secara tahunan dalam tiga bulan pertama di Amerika Serikat, menurut data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan pada Kamis (27/4).

Jumlah itu jauh lebih rendah dari pertumbuhan 2,6 persen pada kuartal keempat 2022. Itu juga kurang dari pertumbuhan 2 persen yang diprediksi oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

Ariston menuturkan data PDB AS kuartal pertama 2023 tersebut menunjukkan penurunan pertumbuhan ekonomi AS yang bisa memberikan alasan bagi bank sentral AS untuk melonggarkan program pengetatan moneternya meskipun tingkat inflasi AS masih jauh di atas level target 2 persen.

Komite Pasar Terbuka Federal memiliki kemungkinan sekitar 87 persen untuk menaikkan suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin lagi dalam pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada awal Mei, menurut data dari CME FedWatch Tool pada Kamis (27/4) sore.

Selain itu, bank sentral AS tentunya masih memperhatikan efek kenaikan suku bunga acuan AS terhadap perbankan AS. Menurut Ariston, masih ada kekhawatiran krisis perbankan AS akan muncul lagi.

Di sisi lain, data ekonomi Indonesia masih kondusif dengan inflasi yang masih terkendali seperti yang disampaikan Bank Indonesia (BI) sehingga mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

Tekanan inflasi terus menurun dan mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan tercatat 0,18 persen lebih rendah dari pola historis di periode awal bulan Ramadhan yakni Maret 2023, sehingga secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya sebesar 5,47 persen menjadi 4,97 persen.

Sementara, inflasi inti Maret 2023 terus melambat dari 3,09 persen menjadi 2,94 persen secara tahunan, yang dipengaruhi ekspektasi inflasi dan tekanan inflasi barang impor yang menurun serta pasokan agregat memadai dalam merespons kenaikan permintaan barang dan jasa.

BI memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen pada triwulan II-2023 dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), setelah perkiraan 5 persen (yoy) pada kuartal I-2023.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.694 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.633 per dolar AS hingga Rp14.695 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat meningkat ke posisi Rp14.661 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.751 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...