JAKARTA, Bisnistoday – Awal Pekan perdagangan, Senin (16/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melempem, atau sedikit tertekan 30,49 poin ke posisi 6896,29. Tekanan jual tidak bisa dihindari akibat sentimen negative tekanan bursa regional dan global.
Untuk kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,49 poin atau 0,48 persen ke posisi 935,05. “Eskalasi perang dan meningkatnya harga minyak, memberikan tekanan kepada pasar hari ini,” terang Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas di Jakarta, Senin (16/10).
Disisi lain, stimulus domestic adalah kabar Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan neraca perdagangan Indonesia periode September 2023 surplus sebesar 3,42 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau mencatatkan surplus selama 41 berturut-turut sejak Mei 2020.
Sedangkan, pada Kamis (19/10) nanti, Bank Indonesia (BI) diprediksi akan melaporkan suku bunga acuannya, yang diperkirakan ditahan di level 5,75 persen di tengah dilema seiring menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed pada awal November 2023 mendatang.
Pada Senin (16/10), frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.427.960 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,52 miliar lembar saham senilai Rp10,46 triliun. Sebanyak 187 saham naik, 376 saham menurun, dan 204 tidak bergerak nilainya.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PCAR, JAWA, CITY, ARCI dan BREN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni KOKA, STRK, CUAN, PANI dan PACK./Ant/


