www.bisnistoday.co.id
Minggu , 11 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Lingkungan Inovasi Pengelolaan Sampah di Desa Rengel: EMCL Dorong Masyarakat Menuju Desa Mandiri dan Berkelanjutan
Lingkungan

Inovasi Pengelolaan Sampah di Desa Rengel: EMCL Dorong Masyarakat Menuju Desa Mandiri dan Berkelanjutan

Social Media

TUBAN, Bisnistoday — Kesadaran lingkungan kini bertransformasi menjadi gerakan nyata di Desa Rengel, Kabupaten Tuban. Melalui dukungan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas, warga desa berhasil menciptakan inovasi pengelolaan sampah berbasis komunitas yang tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Program yang dimulai pada 2023 ini menghadirkan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) serta teknologi konversi plastik menjadi bahan bakar cair bernama Lathi Geni. Inovasi tersebut terbukti mengubah cara pandang warga terhadap sampah dari sekadar limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi.

“Kami bangga melihat bagaimana masyarakat Desa Rengel bertransformasi menjadi lebih mandiri. Program ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tentang perubahan perilaku dan semangat gotong royong untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Joni Wicaksono, Community Relations EMCL.

Melalui Bank Sampah Desa Rengel, delapan RW kini telah aktif mengelola sampah dengan rata-rata 70 keluarga per RW sebagai anggota. Dari kegiatan ini, setiap bulan warga mampu menghasilkan tabungan sampah senilai sekitar Rp4 juta per RW.

Dari sisi lingkungan, sekitar 30% sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, yang kemudian dimanfaatkan untuk pertanian dan peternakan lokal. Langkah ini memperkuat ekonomi sirkular di tingkat desa, menjadikan Rengel sebagai salah satu contoh nyata desa berkelanjutan di wilayah Tuban.

Kepala Desa Rengel, Mundir, menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari sinergi antara pemerintah desa, EMCL, dan masyarakat.
“Program ini membawa manfaat nyata bagi warga kami. Lingkungan menjadi bersih, ada tambahan pendapatan, dan muncul kesadaran baru bahwa sampah bisa menjadi sumber penghidupan,” ujarnya.

Kini, lebih dari 5.600 rumah tangga di 10 desa telah menerima manfaat program ini. Kesuksesan Rengel menjadi inspirasi bagi desa lain di Bojonegoro dan Tuban untuk menerapkan model pemberdayaan serupa.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, menegaskan bahwa inisiatif EMCL sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

“Program pengelolaan sampah oleh EMCL di Rengel mencerminkan semangat Asta Cita Pemerintah untuk memperkuat ekonomi hijau dan kemandirian energi di tingkat akar rumput,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, Desa Rengel perlahan menegaskan dirinya sebagai simbol transformasi menuju desa mandiri dan berkelanjutan bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kesadaran kecil di lingkungan sendiri.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lingkungan

Dorong Telur Cage-Free di Jawa Barat, AFFA Soroti Kesejahteraan Ayam Petelur

BANDUNG, Bisnistoday - Act for Farmed Animals (AFFA) mendorong pengembangan sistem produksi...

Lingkungan

Dari Abu Bakar ke Pupuk Organik: Transformasi Petani Hutan Binaan JTB di Bandungrejo

BOJONEGORO, Bisnistoday – Di balik kokohnya fasilitas operasi gas Jambaran–Tiung Biru (JTB)...

Lingkungan

Ubah Sampah Jadi Berkah: Warga Bojonegoro Sukses Bayar PBB dan Produksi BBM Pertasol

BOJONEGORO, Bisnistoday – Persoalan sampah seringkali menjadi tantangan pelik di kawasan padat...

Lingkungan

Dari Daun Kelor hingga Solar Panel: Cara JTB Zona 12 Merajut Ekonomi dan Lingkungan di Bojonegoro

BOJONEGORO, Bisnistoday- PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 melalui proyek Jambaran...