www.bisnistoday.co.id
Senin , 27 April 2026
Home EKONOMI Investasi Sektor Manufaktur Lampaui Rp365 Triliun
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Investasi Sektor Manufaktur Lampaui Rp365 Triliun

Agus G Kartasasmita
PMI MANUFAKTUR : Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita disela-sela rangkaian kerja di Jakarta, kemarin.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi bagi para pelaku industri manufaktur nasional maupun global. Ini tercermin dari realisasi penanaman modal sektor industri manufaktur yang mencapai Rp365,2 triliun sepanjang Januari-September 2022.

“Capaian tersebut meningkat 54% dibanding periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp236,8 triliun. Kepercayaan diri para investor di sektor industri ini harus tetap dijaga, yang didukung dengan berbagai kebijakan strategis,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (25/10).

Merujuk data Kementerian Investasi/BKPM, pada Januari-September 2022, sektor industri manufaktur memberikan kontribusi sebesar 40,9 % terhadap total investasi yang mencapai Rp892,4 triliun. Secara kumulatif, investasi di Indonesia tumbuh 35,3 % (y-o-y), dan selama sembilan bulan ini telah berhasil mencapai 74,4% dari target Rp1.200 triliun pada tahun 2022.

Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor industri manufaktur sebesar Rp104,9 triliun. Adapun subsektor yang memberikan andil paling besar adalah industri makanan senilai Rp38 triliun atau menyumbang 9,2% dari total realisasi PMDN yang mencapai Rp413,1 triliun.

Penanaman Modal Asing

Sedangkan, penanaman modal asing (PMA) di sektor industri manufaktur menembus Rp260,3 triliun. Subsektor yang menyokong paling besar adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya hingga menyentuh USD8,5 miliar atau berkontribusi 25,3% dari seluruh realisasi PMA yang berada di angka Rp479,3 triliun.

“Di tengah situasi dunia saat ini yang dilanda krisis pangan, energi, hingga finansial, semua negara sedang berlomba-lomba berebut investasi. Alasannya, karena dengan investasi ini ada peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan devisa,” papar Menperin.

Oleh karenanya, pemerintah fokus untuk menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif dengan menjaga stabilitas ekonomi dan politik yang baik di dalam negeri. “Apalagi, berbagai indikator penting pembangunan terus menunjukkan perbaikan, dan ini menandakan optimisme bagi kita semua untuk melakukan percepatan pemulihan dan pertumbuhan sehingga mampu menuju transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuh Agus./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Terbaik dari NTT Capai Aset Rp1,38 Triliun

KUPANG, Bisnistoday - Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (KSP TLM) Indonesia...

Logo Kemenkop
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Ketua AKSES : Berdirinya Korporasi Tidak Menyejahterakan Rakyat

JAKARTA, Bisnistoday – Kemiskinan terlihat makin sulit dikendalikan dan berjalan massif di...

Iskandar Ezzahuddin, Presiden Direktur Prudential Syariah
Ekonomi & Bisnis

Kinerja Bisnis Tumbuh, CEO Prudential Syariah Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Kepemimpinan perusahaan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah)...

Gonggomtua Sitanggang, Direktur Asia Tenggara ITDP Indonesia memberikan keterangan di Jakarta,
Ekonomi & Bisnis

ITDP Dorong Dialog Lintas Sektor Untuk Percepatan Elektrifikasi Logistik Perkotaan

JAKARTA , Bisnistoday – Sektor logistik perkotaan yang didominasi sepeda motor untuk...