www.bisnistoday.co.id
Kamis , 17 September 2026
Home EKONOMI Energi IPA Optimistis Hulu Migas : Target 1 Juta Barel dan Tantangan Transisi Energi
Energi

IPA Optimistis Hulu Migas : Target 1 Juta Barel dan Tantangan Transisi Energi

Director IPA
Marjolijn Wajong, Executive Director IPA./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah tekanan global, fluktuasi harga energi, serta percepatan agenda transisi energi, industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional dinilai masih memiliki masa depan yang menjanjikan. Indonesian Petroleum Association (IPA) menegaskan optimisme tersebut dengan menyoroti peluang kebangkitan investasi serta komitmen kuat terhadap ketahanan energi nasional.

Wakil Ketua IPA, Ronald Gunawan, menegaskan bahwa sektor hulu migas tetap memegang peran strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. Pemerintah bersama industri, kata dia, telah menetapkan target ambisius namun realistis, yakni produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari dalam jangka panjang.

“Target ini bukan sekadar angka, melainkan simbol komitmen Indonesia menuju kemandirian energi. Yang krusial adalah peta jalan pemerintah, khususnya dalam mempercepat eksplorasi dan pengembangan lapangan baru,” ujar Ronald dalam kegiatan media visit IPA ke sejumlah redaksi media.

Ia mengakui, tantangan struktural industri migas nasional tidak ringan. Mayoritas lapangan migas di wilayah konvensional seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan telah memasuki fase penurunan produksi alamiah. Kondisi ini membuat eksplorasi menjadi kata kunci keberlanjutan industri hulu migas ke depan.

Meski demikian, Ronald mencatat adanya sinyal positif dari sisi investasi. Dalam beberapa tahun terakhir, minat investor—termasuk perusahaan migas internasional—mulai kembali mengalir ke Indonesia. Fenomena ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan terhadap stabilitas nasional dan iklim usaha di sektor energi.

“Investasi migas bersifat jangka panjang dan berisiko tinggi. Karena itu, kepastian fiskal, stabilitas regulasi, serta jaminan keamanan menjadi faktor penentu,” tegasnya. Indonesia, lanjut Ronald, memiliki modal penting berupa stabilitas politik, kekayaan sumber daya alam, dan kualitas sumber daya manusia. Namun keunggulan itu harus diperkuat dengan penyederhanaan perizinan serta regulasi yang adaptif.

IPA juga menyoroti urgensi revisi Undang-Undang Migas agar lebih selaras dengan dinamika industri global dan kebutuhan transisi energi. Kepastian hukum dinilai menjadi prasyarat mutlak untuk menarik investasi baru di tengah persaingan ketat antarnegara.

Sementara itu, Chairperson IPA Convex 2026, Teresita Listyani, menyampaikan bahwa penyelenggaraan IPA Convention & Exhibition (Convex) ke-50 bukan hanya perayaan simbolik, melainkan momentum strategis untuk merumuskan masa depan energi Indonesia. Mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”, IPA Convex 2026 diharapkan menjadi ruang dialog kebijakan dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Refleksi tanpa aksi hanya akan menjadi nostalgia. Karena itu, IPA Convex dirancang untuk mendorong solusi konkret atas tantangan industri, mulai dari investasi, inovasi teknologi, hingga transisi energi,” ujar Teresita. Ia menambahkan, tren partisipasi dalam IPA Convex terus meningkat, baik dari sisi jumlah negara peserta, delegasi, exhibitor, maupun jurnalis internasional.

Melalui rangkaian media visit ini, IPA juga menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang berimbang dan konstruktif. Di tengah narasi global tentang energi bersih, industri hulu migas dinilai tetap relevan sebagai penopang ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan nasional.

Dengan tantangan dan peluang yang berjalan beriringan, optimisme IPA mencerminkan keyakinan bahwa industri hulu migas Indonesia masih memiliki ruang untuk tumbuh, selama reformasi kebijakan dan keberanian berinvestasi berjalan seiring./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Energi

Pengamat Ungkap Strategi Percepat Transisi Energi Indonesia: PLTS hingga Smart Grid

BANDUNG, Bisnistoday - Percepatan transisi energi menjadi salah satu tantangan penting dalam...

EKONOMIEnergi

Listrik Jampang Sukabumi Belum Merata, DPRD Jabar Dorong Akses hingga Pedalaman

BANDUNG, Bisnistoday – Infrastruktur kelistrikan di wilayah Jampang, Kabupaten Sukabumi, mulai menunjukkan...

Energi

SKK Migas Resmikan Fasilitas Overhaul dan Pembangunan Engine Solar Turbines Taurus™ 60 Single Shaft Pertama di Asia

JAKARTA, Bisnistoday — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan...

Ahmah Yani
Energi

Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX:...