www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 Juli 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Jusuf Kalla : Kurangi Pengeluaran Tidak Produktif atau Dihapus Saja!
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Jusuf Kalla : Kurangi Pengeluaran Tidak Produktif atau Dihapus Saja!

HM Jusuf Kalla
MANTAN Wakil Presiden, HM Jusuf Kalla./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pengaruh terhadap ekonomi domestik setidaknya, dua hal terpenting yakni dampak Perang Timur Tengah dan Ukraina dan kedua, warisan hutang masa lalu yang sekarang sudah mencapai Rp10.000 dan harus bayar beban bunga Rp600 triliun per tahun. Untuk itu, segera manajemen krisis dengan kurangi hutang dengan tekan defisit APBN, dan terpenting pengeluaran tidak produktif dikurangi atau dihapus.

Hal tersebut diungkapkan HM, Jusuf Kalla, saat Seminar Publik Hybrid “Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis” di Universitas Paramadina Cipayung, Ruang Granada Lt. 7, Gedung Nurcholish Madjid, Selasa (9/6).

Lebih lanjut, HM, Jusuf Kalla memaparkan, krisis ekonomi selalu ada kaitannya dengan politik. “Bung Karno juga turun karena krisis ekonomi pada saat itu yang kemudian menjadi politik. Harga beras naik, BBM naik, masyarakat demo, kemudian ada G30S/PKI.”

Demikian juga masa Presiden Soeharto terjadi krisis 1998, hingga turun karena krisis politik setelah 32 tahun menjadi presiden.

“Banyak hal yang harus dipelajari untuk mencegah terjadinya krisis sekarang. Banyak indikator kenapa rupiah bermasalah. Mata uang itu supply and demand. Banyak orang  menyimpan US dollar karena tidak percaya pada rupiah. Makin banyak orang menyimpan USD maka nilai Rupiah akan semakin turun.”

Indikator lainnya pada pasar keuangan, menurut Jusuf, masyarakat selalu hanya berfikir pasar modal, banyak orang mengatakan, mall masih ramai. Ada alasan mengapa pergi ke mall, pergi belanja atau hanya mencari tempat dingin.

Padahal, menurut Jusuf Kalla, istilah pasar ada dua yakni pasar modal di bursa saham dan rasar riil atau fisik seperti Tanah Abang, Pasar Sentral Makassar dan lainnya tergantung kemampuan daya beli orang. “Dan sekarang orang menyebut daya beli menurun.”

Krisis Kepercayaan

Menurutnya, pasar modal kini turun karena masalah kepercayaan. Investor mau tanam modal ke satu perusahaan apabila percaya perusahaan teresbut akan menghasilkan laba.“Dulu orang tanam saham di Perusahaan tambang, sementara sekarang saham tambang alami penurunan.Begitupun, saham perbankan kini juga alami krisis hingga orang banyak melepas saham perbankan.”

Selanjutnya, Jusuf menyampaikan, implikasi sekarang begitu ramai dibicarakan ramai begal dan pencurian motor. Kondisi ini terjadi karena banyak yang menganggur, susah makan dan sebagainya. Sehingga mereka tidak punya pilihan lain selain berbuat yang tidak sesuai.

“Kini kita bertanya bagaimana universitas mencarikan jalan keluar bagaimana agar masalah sosial ekonomi ini dapat diatasi. Kerja universitas sebenarnya pertama, mencerdaskan bangsa. Kedua,memberikan Upaya penelitian kepada Masyarakat dan pemerintah dalam bentuk hasil hasil riset.”

Kampus di Indonesia yang kini kerap melakukan survey adalah UI, sementara kampus swasta adalah Paramadina. Tapi belakangan ini UI sudah mulai tidak banyak suara atau komentar karena menjaga sesuatu. Lain halnya dengan Paramadina karena kampus swasta.

Program Tidak Produktif

Menurut Jusuf Kalla, pengeluaran tidak produktif secara langsung seperti Makan Bergizi Grattis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) harus dikurangi. “Alhamdulillah Presiden menyadari bahwa para akademisi sudah mengatakan bahwa mengurangi biaya di situ. Jadi jangan terlalu lama, langsung saja ambil Keputusan beban mana saja yang harus dipotong dan dikurangi.”

Menurut Jusuf Kalla, ke depan Indonesia masih dihadapkan tantangan lain yang berpengaruh pada tingkat risiko lumayan. Pertama, El Nino yang mengancam pangan, kalau benar El Nino akan tujuh bulan maka produksi padi bisa menurun, dan harus beli pangan dari luar negeri, dana darimana? Kedua, krisis Listrik. Pada 2029 nanti Jakarta terancam krisis Listrik berat akibat 10 tahun ini tidak ada

“Pembangunan kelistrikan juga terkendala masalah subsidi. Jika tidak ada jalan keluar baru, maka subsidi akan semakin besar. Dengan harga BBM dunia saat ini, jika tidak ada kenaikan, maka krisis akan semakin besar.”//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menteri Nusron
HEADLINE NEWSNasional

Menteri Nusron Ingatkan Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan Untuk Masyarakat

SURABAYA, Bisnistoday - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memasuki...

Singkong
HEADLINE NEWS

Dorong Daya Saing IKM Pangan Berbasis Agro Komoditas Singkong

JAKARTA, Bisnistoday- Singkong menjadi komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi...

Proyek Masela
EnergiHEADLINE NEWS

Proyek Strategis LNG Abadi Masela Untuk Wujudkan Kemandirian Energi Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Perpres Distribusi Barang Bersubsidi Lewat KDKMP Segera Terbit

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan Koperasi Desa Merah Putih...