JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (29/6) ditutup melemah 40 poin ke posisi Rp14.485 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.445 per dolar AS.
“Dolar menguat terhadap mata uang lainnya pada Selasa, dibantu oleh kekhawatiran atas meningkatnya kasus Covid-19 di Asia,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi seperti dikutif Antara di Jakarta, Selasa (29/6).
Sejumlah wilayah di Asia berjuang menangani penyebaran varian Delta Covid-19 yang sangat menular. Australia telah mengunci beberapa kota, Indonesia bergulat dengan rekor kasus tertinggi, Malaysia akan memperpanjang penguncian, dan Thailand telah mengumumkan pembatasan baru.
Investor juga tengah menanti data tenaga kerja AS yang akan dirilis pada Jumat (2/7) malam pekan ini. Data yang lebih bagus dari ekspektasi dapat mendorong penguatan dolar lebih lanjut karena ekspektasi pengetatan moneter AS.
Bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) mengejutkan investor dengan nada hawkish yang tak terduga dalam keputusan kebijakannya. Pejabat Fed sejak itu fokus pada apakah data yang akan datang, memerlukan pengurangan aset dan kenaikan suku bunga.
Beberapa pejabat Fed tetap berpegang pada nada hawkish tersebut, dengan Presiden Fed Bank of Richmond Thomas Barkin mengatakan bahwa bank sentral telah membuat kemajuan lebih lanjut yang substansial menuju tujuan inflasi untuk memulai pengurangan aset.
Dari domestik, muncul wacana Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat seiring peningkatan kasus baru Covid-19 yang masih terus berlanjut.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.455 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.455 per dolar AS hingga Rp14.488 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp14.496 dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp14.472 per dolar AS.
IHSG Menguat Tipis
Sementara itu, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada ditutup menguat 9,58 poin atau 0,16 persen ke posisi 5.949,05. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,5 poin atau 0,42 persen ke posisi 839.
“IHSG berfluktuasi menjelang rilis data cadangan devisa yang rencananya akan diagendakan pada esok hari. Namun pada lain sisi, pelaku pasar mencermati dampak kebijakan pengetatan aktivitas pada operasional mall yang dinilai dapat memberikan tekanan pada kinerja emiten makanan, minuman maupun ritel,” kata Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardhiastama.
Pasar saham Asia merespons naiknya jumlah pengangguran di Jepang dari 2,8 persen menjadi 3 persen. Angka itu tertinggi sejak Desember 2020 di mana jumlah pengangguran meningkat 100 ribu dari bulan sebelumnya menjadi 2,04 juta, sementara lapangan kerja turun 130 ribu menjadi 66,45 juta.
Pada lain sisi, pergerakan harga minyak kembali mencuri perhatian pelaku pasar. Harga minyak terkoreksi setelah menyentuh harga tertinggi baru di 74,45 dolar AS per barel sejak Oktober 2018.
“Lonjakan kasus Covid-19 di Asia dan penyebaran cepat varian delta baru di Asia memberikan kecemasan adanya intervensi terhadap harga minyak di mana kenaikan dari biaya energi dinilai dapat membebani pemulihan sektor riil yang juga diikuti dengan pengetatan aktivitas di sejumlah negara,” ujar Okie.
Sementara itu investor menunggu hasil pertemuan OPEC+ minggu ini di tengah rencana peningkatan bertahap produksi minyak mulai Agustus.
Dibuka menguat, IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di teritori positif sepanjang perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dengan sektor barang konsumen primer naik paling tinggi yaitu 1,48 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang baku masing-masing 0,41 persen dan 0,14 persen.
Sedangkan lima sektor terkoreksi dengan sektor transportasi dan logistik turun paling dalam yaitu minus 1,83 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor kesehatan masing-masing minus 1,13 persen dan minus 0,73 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp58,43 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.198.959 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,68 miliar lembar saham senilai Rp11,69 triliun. Sebanyak 178 saham naik, 333 saham menurun, dan 137 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 235,41 poin atau 0,81 persen ke 28.812,61, Indeks Hang Seng turun 274,2 poin atau 0,94 persen ke 28.994,1, dan Indeks Straits Times terkoreksi 31,72 poin atau 1,01 persen ke 3.095,16./



