www.bisnistoday.co.id
Rabu , 16 September 2026
Home HEADLINE NEWS Kebijakan Ekonomi Tidak Cukup Hanya Fiskal: Reformasi Sektor Riil Mendesak Dilakukan
HEADLINE NEWS

Kebijakan Ekonomi Tidak Cukup Hanya Fiskal: Reformasi Sektor Riil Mendesak Dilakukan

Pekerja Pabrik
PEKERJA industri tekstil, belum lama ini./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Upaya pemerintah mengatasi stagnasi ekonomi dengan mengandalkan kebijakan fiskal dinilai belum cukup. Pasalnya, masalah utama tidak terletak pada likuiditas perbankan, melainkan pada lemahnya sektor riil dan turunnya daya beli masyarakat.

Data terbaru menunjukkan pelemahan signifikan di sektor riil. Penjualan kendaraan pada Januari–Juni 2025 tercatat turun tajam, dengan penurunan wholesale sebesar 8,6% dan retail 9,5%. PMI manufaktur juga berada di zona kontraksi sepanjang triwulan II 2025, sementara investasi asing langsung (FDI) turun dari Rp217,3 triliun menjadi Rp202,2 triliun.

“Permasalahan ekonomi kita bukan sekadar fiskal. Injeksi likuiditas tanpa adanya perbaikan di sektor riil justru menimbulkan masalah baru. Likuiditas perbankan tidak bermasalah, yang lemah justru permintaan kredit karena dunia usaha menghadapi ketidakpastian tinggi,” ujar Eisha Maghfiruha Rachbini, PhD, Direktur INDEF, di Jakarta, Minggu (28/9).

Selain itu, konsumsi rumah tangga melambat, inflasi meningkat hingga 2,37% pada Januari–Juli 2025 dibanding 1,07% tahun sebelumnya, dan terjadi kenaikan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebesar 32% pada semester I 2025. Hal ini semakin menekan daya beli masyarakat, yang tercermin dari turunnya Indeks Keyakinan Konsumen dari 121,1 (Maret) menjadi 117,8 (Juni 2025).

Menurut  Eisha, kebijakan fiskal seharusnya tidak hanya fokus menyalurkan dana ke perbankan, melainkan diarahkan untuk memperkuat daya beli masyarakat melalui stimulus yang lebih tepat sasaran. “Stimulus fiskal seperti potongan pajak dan bantuan sifatnya hanya jangka pendek. Tanpa perbaikan distribusi pendapatan dan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas, dampaknya akan cepat hilang begitu intervensi dihentikan,” tegasnya.

Indef menilai bahwa pemerintah perlu segera melakukan reformasi struktural untuk memperbaiki iklim investasi dan usaha. Dengan kepastian usaha yang lebih baik, pelaku ekonomi akan lebih terdorong melakukan ekspansi, sehingga pertumbuhan sektor riil bisa kembali bergerak.

“Jika kita hanya mengandalkan kebijakan fiskal, risiko terjadinya ketidakseimbangan semakin besar. Diperlukan reformasi yang komprehensif agar sektor riil bisa pulih dan kepercayaan konsumen meningkat,” pungkas  Eisha Rachbini.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Ganti Menteri Keuangan, Pengamat Soroti Kredibilitas Fiskal

JAKARTA, Bisnistoday– Pasar keuangan Indonesia memasuki fase yang menuntut investor semakin selektif...

Wamen Ossy
HEADLINE NEWS

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

JAKARTA, Bisnistoday - Menanggapi pertanyaan wartawan terkait isu yang saat ini berkembang,...

Menteri Suahasil
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

JAKARTA, Bisnistoday -Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet...

Gedung Balaikota DKI
HEADLINE NEWS

Kontroversi Obligasi Daerah Jakarta, Pakar Ingatkan Risiko Gagal Bayar

JAKARTA, Bisnistoday -  Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah menuai...