NANNING – Indonesia kembali mencetak capaian membanggakan dalam ajang internasional. Pada The 22nd China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2025 yang berlangsung di Nanning, Guangxi, Tiongkok, akhir September, Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi senilai USD 70,2 juta atau setara Rp1,16 triliun. Tidak hanya itu, kerja sama strategis dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) turut menjadi sorotan utama.
Potensi transaksi tersebut berasal dari skema business to business (B2B) di Paviliun Nasional City of Charm, Paviliun Komoditas, serta sembilan nota kesepahaman (MoU) dengan mitra Tiongkok. Ruang lingkup MoU meliputi perdagangan, investasi, pendidikan, sertifikasi halal, hingga inovasi teknologi AI.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menegaskan capaian ini merupakan bukti meningkatnya daya saing produk Indonesia di pasar global.
“Capaian potensi transaksi, termasuk dari ditandatanganinya sembilan MoU strategis, menunjukkan bahwa produk Indonesia semakin kompetitif dan berpeluang besar menembus pasar Tiongkok serta ASEAN. Kami berharap hasil CAEXPO 2025 menjadi pendorong peningkatan ekspor nasional, investasi, dan kerja sama inovasi teknologi,” ujarnya.
Produk unggulan yang diminati antara lain batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), sarang burung walet, arang kelapa, dan kopi. Selain transaksi besar, tercatat pula transaksi ritel senilai Rp3,02 miliar di Paviliun Komoditas.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, Miftah Farid, menambahkan bahwa Indonesia juga berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, seperti Best Organizer of Business Promotional Matching dan Best National Pavilion. Beberapa pelaku usaha Indonesia turut diapresiasi, di antaranya PT Amora Walet Indonesia (Silver Prize), Akademi Mudah Export (Excellent Design), dan John Andrew Coffee (Most Popularity).
“Partisipasi Indonesia tidak hanya mencatatkan capaian transaksi, tetapi juga menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Pengakuan ini menegaskan kualitas dan daya saing produk Indonesia di tingkat global,” kata Miftah.
Indonesia tampil dengan tiga paviliun utama: Paviliun Komoditas yang diikuti 74 perusahaan, Paviliun Nasional yang menampilkan potensi ekonomi Kalimantan Selatan, serta Paviliun Kecerdasan Buatan yang menghadirkan inovasi empat perusahaan teknologi, yakni Telin, Astatek, Kata.ai, dan Merkle Innovation.
Bagi pelaku usaha, ajang ini menjadi momentum emas. Ikbal Maulana, Marketing PT Inti Alam Andalas, menyebut CAEXPO sebagai ajang terbaik untuk memperluas jaringan bisnis.
“CAEXPO merupakan ajang pameran terbaik yang pernah kami ikuti. Potensi transaksinya sangat besar dan hampir seluruh media Tiongkok hadir untuk meliput. Berkat dukungan yang tersedia, kami yang baru pertama kali ikut dapat memanfaatkan peluang ini secara maksimal,” ungkapnya.
CAEXPO 2025 mengusung tema “Digital Intelligence and Innovation Empower Development – Leveraging ASEAN-China FTA 3.0 New Opportunities for an Even Closer ASEAN-China Community with a Shared Future.” Pameran ini diikuti oleh 3.260 peserta dari 60 negara dan menarik lebih dari 226.000 pengunjung. CAEXPO selanjutnya akan digelar pada 16–20 September 2026, dengan Filipina sebagai negara kehormatan.


