www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home BURSA & KORPORASI Korporasi Debitur Terdampak Covid di Bank Mandiri Sudah Kembali Normal
KorporasiNasional

Debitur Terdampak Covid di Bank Mandiri Sudah Kembali Normal

Bank Mandiri
– Nilai restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 di Bank Mandiri telah mengalami penurunan s
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Nilai restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 di Bank Mandiri telah mengalami penurunan siginifikan dan sebagian besar debitur telah memasuki tahap normalisasi. Hal ini seiring dengan dicabutnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit perbankan untuk dampak Covid -19 pada 31 Maret 2024 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Saat ini kondisi debitur terdampak Covid-19 telah mencapai soft landing, sebelum berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit oleh OJK.” kata Corporate Secretary Bank Mandiri, Teuku Ali Usman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (01/04).

Ali menjelaskan, kondisi usaha para debitur saat ini telah kembali dapat memenuhi kewajiban pembayaran kredit baik cicilan pokok maupun bunga.

Pihaknya menilai, berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit perbankan dalam rangka penanganan Covid-19 ini, tentunya telah mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia yang telah pulih dari pandemi hampir di semua sektor.

Adapun, sektor yang paling terdampak saat pandemi Covid-19 di Bank Mandiri antara lain sektor pengangkutan dan pergudangan dan penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum.

Tetap Memantau

Bank Mandiri, lanjut Ali, akan tetap memantau secara ketat kondisi usaha debitur melalui Early Warning Signal, dan dapat memberikan restrukturisasi lanjutan apabila dibutuhkan.

Khusus untuk debitur yang mendapat restrukturisasi Covid-19, mayoritas sudah masuk ke level normal (sebelum pandemi). Hanya tersisa sedikit di sektor-sektor tertentu.

Baca juga: Bank Mandiri Catatkan Pertumbuhan Kredit 14,3%

Ali menyampaikan, pemberian insentif yang sudah diambil oleh pemerintah dan OJK sudah tepat sehingga kondisi perekonomian relatif lebih cepat pulih.

Sejalan dengan kondisi usaha yang membaik, perseroan optimistis kinerja para debitur akan terus tumbuh.

“Di Bank Mandiri, Loan at Risk (LaR) sudah lebih rendah dibanding masa pandemi, ini menjadi indikator utama bahwa kita sudah siap tumbuh melampaui posisi sebelum Covid-19,” jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, sampai dengan Desember 2023, rasio kredit macet (Non Performed Loan/NPL) Bank Mandiri secara bank only telah menurun mencapai 1,02 persen dengan NPL Coverage Ratio yang cukup memadai mencapai 384,36 persen./

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Ferdinan Adinoto memimpin rapat koordinasi bersama Pejabat Pengawas untuk mengevaluasi kinerja dan meningkatkan pelayanan pertanahan.
NasionalNASIONAL & POLITIK

Kantah Palangka Raya Perkuat Pengawasan Kinerja Internal

PALANGKA RAYA, Bisnistoday.co.id – Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya, Ferdinan Adinoto,...

Nasional

Kementan Perkuat Kompetensi Petani Kutai Barat, Dorong Transformasi Menuju Pertanian Modern

BINUANG , Bsnistoday.co.id - Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya...

Pencari Kerja
Nasional

Besok, Batas Akhir Lamar Lowongan MagangHub Batch 3

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan lulusan perguruan tinggi, lulusan pendidikan...

hutama Karya
Korporasi

HKA Terapkan Standar Internasional Keselamatan Lalu Lintas di Ruas Kelolaan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Hakaaston (HKA) resmi meraih sertifikasi ISO 39001:2012 untuk...