www.bisnistoday.co.id
Jumat , 26 Juni 2026
Home EKONOMI Kelangkaan Minyak Goreng Akibat Permainan Para Elite
EKONOMI

Kelangkaan Minyak Goreng Akibat Permainan Para Elite

PERMAINAN PARA ELITE: Kelangkaan minyak goreng di berbagai daerah yang terjadi akhir-akhir ini diduga permainan para elite untuk mengambil keuntungan sesaat dengan mengorbankan kepentingan rakyat kecil
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kelangkaan minyak goreng di berbagai daerah yang terjadi akhir-akhir ini diduga permainan para elite untuk mengambil keuntungan sesaat dengan mengorbankan kepentingan rakyat kecil.

Pengamat koperasi dan UKM yang juga Ketua  Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis, Suroto masyarakat sengaja dibuat bingung dengan kelangkaat da tingginya harga minyak goreng. Kelangkaan ini sebenarnya tidak masuk akan, karena Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia.

Menurutnya, ketersediaan minyak goreng dan harganya yang normal sangat penting bagi masyarakat kecil. Apalagi saat krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 saat ini.

Untuk kebutuhan rumah tangga harga minyak yang mahal tentu langsung memukul daya beli masyarakat yang sedang jatuh. Sementara untuk menopang hidup banyak keluarga di tengah  pandemi banyak masyarakat yang bertahan dengan membuat usaha kecil kecilan.

Usaha mereka, lanjut Suroto, paling banyak di sektor usaha perdagangan mikro dan usaha di sektor kuliner.  Kelangkaan dan mahalnya minyak goreng otomatis mengurangi omset dan keuntungan usaha mereka.

Padahal, sebetulnya pemerintah dapat dengan mudah mengendalikannya. Sebab, penyebab kelangkaan  minyak goreng adalah karena pengusaha pemilik kebun dan pabrik sawit menjualnya dalam bentuk  CPO (Crud Palm Oil) yang harganya lebih mahal di pasar internasional dan dijual ke pemerintah untuk kebutuhan B30 (Biofuel) yang dapat subisidi dari pemerintah. 

“Jadi masalahnya sebetulnya kelangkaan  minyak goreng yang membuat susah masyarakat adalah letaknya di Pemerintah. Pemerintah sebetulnya dapat langsung mengendalikan stok minyak goreng karena pelakunya tak lebih dari 22 pengusaha. Pemain besarnya bahkan hanya 5 pengusaha. Alamat dan gudang  mereka dimana semua diketahui oleh pemerintah,” ungkap Suroto di Jakarta, Jumat (25/2)

Menurutnya, dalam situasi yang buruk ini Pemerintah juga membuat kesalahan besar dengan memberikan subsidi kepada pengusaha sawit, sementara rakyat tidak diberikan subsidi. Penjualan CPO untuk bahan Biofuel diberikan subsidi dalam bentuk kebijakan domestic price obligation. Sementara harga untuk minyak goreng rakyat tidak diberikan subsidi.

Ia menambahkan, kelangkaan minyak goreng ini sebetulnya kalau ditinjau lebih luas adalah bentuk permainan para elit untuk mengambil keuntungan sesaat dengan korbankan kepentingan rakyat kecil.

Kasus terbongkarnya penimbunan minyak goreng oleh pengusaha di beberapa tempat sebetulnya adalah bentuk pengalihan isu. Seakan minyak mengalami kelangkaan itu karena penimbunan tersebut.

Beberapa gelintir pedagang tersebut seperti kambing hitam agar ada yang disalahkan oleh rakyat atas masalah kelangkaan minyak goreng. Padahal sebetulnya masalah utamanya adalah karena mafia konglomerasi kartel minyak sawit itu dibebaskan menikmati keuntungan harga CPO internasional dan menerima subsidi triliunan rupiah dari uang negara dalam bentuk kebijakan domestic price obligantion untuk pemenuhan kebutuhan Biofuel.

“Jaringan konglomerat pengusaha sawit selama ini memang sangat kuat. Mereka itu seperti tak tersentuh dan pemerintah terlihat tak berdaya di depan mereka.  Masalahnya, jadi sebetulnya rakyat itu harus kemana untuk  mendapatkan pelayanan dan perlindungan lagi?,” pungkasnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Sinergikan Tiga Program untuk Capai Target 10 Juta Wirausaha Baru

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga inkubator berperan strategis untuk mencetak wirausaha baru yang...

Komponen Otomotif
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menperin Menepis Tudingan Adanya Relokasi Sejumlah Perusahaan Komponen Otomotif

JAKARTA, Bisnistoday -Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Aturan Baru: Platform E-commerce Wajib Cantumkan Seluruh Biaya Dalam Perjanjian Kemitraan

  JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gandeng ID Food, Koperasi Ekspor Gambir ke India dan Pakistan

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera...