www.bisnistoday.co.id
Minggu , 3 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pelaku Pasar Abaikan Konflik Ukrania, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat
BursaBURSA & KORPORASI

Pelaku Pasar Abaikan Konflik Ukrania, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

IHSG dan rupiah menguat
IHSG dan rupiah pada perdagangan Selasa (20/08) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pelaku pasar tampaknya mengabaikan konfik antara Rusia dan Ukrania. Bursa regional Asia pada perdagangan akhir pekan bergerak menguat termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI).

Indeks Harga Saham Gungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (25/2) ditutup menguat 70,35 poin ke posisi 6.888,17, dan indeks LQ45 naik 11,89 poin ke posisi 985,54.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, bursa regional Asia dan IHSG menjelang akhir pekan secara bersama-sama bergerak menguat. Pelaku pasar tampaknya cenderung mengabaikan kondisi krisis di Ukrania pascaserangan Rusia ke Ukrania.

Hal itu seiring dengan sikap Amerika Serikat dan NATO yang cenderung berusaha bersikap diplomatis dan menghindari terjadinya operasi militer.

Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan Rusia tetap menjadi bagian dari ekonomi dunia dan tidak akan merusak sistem ekonomi dunia tempat mereka selama ini menjadi bagian darinya.

Sentimen positif lainnya juga datang dari sikap Bank Sentral China The People’s Bank of China (PBoC) yang terus berupaya berupaya mempertahankan kondisi keuangan yang stabil dan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menyuntikkan repo tujuh hari senilai 300 miliar yuan ke dalam sistem perbankan.

Sedangkan Bank Sentral Jepang (BoJ) menyatakan tidak memiliki rencana untuk segera menghentikan stimulus besar-besaran. Hal itu memberikan sinyal tekad BoJ untuk menjaga kebijakan moneter guna menjaga fundamental ekonomi.

Dibuka menguat, IHSG menghabiskan waktu di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih terus berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dengan sektor transportasi & logistik naik paling tinggi 3,61 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor kesehatan masing-masing 1,84 persen dan 1,36 persen.

Sedangkan tiga sektor terkoreksi dengan sektor barang konsumen primer turun paling dalam 0,53 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen nonprimer masing-masing turun 0,48 persen dan 0,3 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” di seluruh pasar sebesar Rp1,08 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp1,44 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.606.347 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,77 miliar lembar saham senilai Rp24,88 triliun. Sebanyak 302 saham naik, 246 saham menurun, dan 135 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 505,68 poin atau 1,95 persen ke 26.476,5, Indeks Hang Seng turun 134,38 poin atau 0,59 persen ke 22.767,18, dan Straits Times meningkat 23,37 poin atau 0,71 persen ke 3.299,43.

Rupiah Menguat

Sementara nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 27 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp14.364 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.391 per dolar AS.

“Dolar melemah terhadap mata uang lainnya karena investor terus menilai kembali situasi seputar invasi Rusia ke Ukraina serta sanksi Barat lebih lanjut terhadap Rusia,” kata Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

Dalam serangan terbesar di negara Eropa sejak Perang Dunia II Rusia melancarkan serangan ke Ukraina pada Kamis (24/2).

Puluhan ribu orang telah meninggalkan rumah mereka dan pasukan Ukraina bertempur di berbagai bidang.

Amerika Serikat menanggapi dengan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan menghambat akses Rusia ke mata uang asing, di samping sanksi terhadap bank dan perusahaan milik negara.

Presiden AS Joe Biden menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia yang bertujuan menghambat kemampuan Rusia untuk melakukan bisnis dalam mata uang utama.

Investor juga menghitung dampak krisis di Ukraina terhadap kebijakan moneter bank sentral. Beberapa pejabat dari Bank Sentral Eropa (ECB), bahkan mereka yang dianggap hawkish, mengatakan situasi di Ukraina dapat menyebabkan bank sentral menunda dimulainya pengurangan aset.

Di AS, investor dan beberapa pejabat mengatakan konflik di Eropa Timur kemungkinan akan memperlambat, tetapi tidak menghentikan kenaikan suku bunga yang akan segera dilakukan oleh bank sentral AS, Federal Reserve (Fed).

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.386 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.353 per dolar AS hingga Rp14.389 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.369 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.371 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Gedung BEI
BursaHEADLINE NEWS

Mirae Asset Sekuritas: Reformasi Pasar Modal Jadi Penentu di Tengah Tekanan MSCI

JAKARTA, Bisnistoday - Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan setelah Morgan Stanley...

BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Astra Tebar Deviden Fantastis Rp15,6 Triliun, Pemegang Saham Perseoran Raup Rp292 Per Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Astra International Tbk  (Astra) berhasil mencetak laba bersih...

Rully Arya Wisnubroto
BursaHEADLINE NEWS

Penguatan IHSG Masih Terbuka, Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saat Pasar Volatile

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti peluang investasi di...

Bursa

Traxindo Resmi Kantongi Izin sebagai Penasihat Berjangka dari Bappebti

JAKARTA, Bisnistoday - Traxindo secara resmi telah memperoleh izin usaha sebagai Perusahaan...