JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Ditjen Perhubungan Laut lakukan koordinasi serta evakuasi terkait terbakarnya KM. Barcelona 5 di sekitar perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara
“Prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dapat diselamatkan dan diberikan penanganan yang memadai. Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi erat dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ungkap Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perhubungan Laut dalam keteranganya di Jakarta, Minggu (20/7).
Masyhud menjelaskan, evakuasi penumpang sedang berlangsung, sebagian telah berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Likupang maupun pulau terdekat. Hingga saat ini, data terkait jumlah penumpang, korban jiwa maupun luka-luka masih dalam proses verifikasi.
Ia menambahkan, upaya Evakuasi telah dilakukan, melalui pendirian Posko Penanganan guna memantau dan mengoordinasikan proses evakuasi serta penanganan lebih lanjut.
Beberapa unsur SAR dan keselamatan pelayaran telah dikerahkan ke lokasi kejadian, antara lain: KN Bima Sena (Basarnas), KN 331 (PLP Bitung), KN Gajah Laut (Bakamla), KM Barcelona 3 dan KM Venetian (PT. SPI), KM Chantika 9F (PT. Pelayaran Darma Indah).
Baca Juga : Duka KMP Tunu Pratama Jaya, Menjadi Tamparan Keras Bagi Pemerintah
Sedagnkan upaya penanganan telah dilakukan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado. Telah dikoordinasikan KSOP Kelas I Bitung, Basarnas Kota Manado, Pangkalan PLP Bitung, Bakamla Bitung, Kantor Kesehatan Pelabuhan Manado PT. Samudera Pelayaran Indonesia (pemilik kapal)
Dalam keteranganya Dirjen Perhubungan Laut menjelaskan bahwa pada hari Minggu, 20 Juli 2025, sekitar pukul 14.00 WITA, telah diterima informasi mengenai insiden kebakaran yang menimpa Kapal Motor Barcelona 5 pada posisi koordinat 01°48.510’N / 125°00.701’E (di timur Pulau Talise). Kapal ini sedang dalam pelayaran dari Lirung menuju Manado./



