www.bisnistoday.co.id
Rabu , 14 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat KemenKopUKM Fasilitasi Business Matching untuk 4 Klaster Usaha
Ekonomi Rakyat

KemenKopUKM Fasilitasi Business Matching untuk 4 Klaster Usaha

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenkopUKM, Siti Azizah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) memfasilitasi kegiatan business matching bagi pelaku bisnis di empat klaster yakni subsektor kriya, agriculture/aquaculture, digital aplikasi, serta fesyen dan kecantikan dalam acara Cerita Nusantara: Unveiling the Essence of Indonesia Artistry.

“Khusus untuk sektor kriya diikuti oleh 15 peserta yang antara lain berasal dari Bandung, Banda Aceh, Cirebon, Lombok Timur, Sedang Bedagai, Tanah Datar, dan Surakarta,” kata Deputi Bidang Kewirausahaan KemenkopUKM, Siti Azizah, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/11).

Untuk sektor agriculture/aquaculture diikuti oleh 38 peserta yang antara lain berasal dari Malang, Banjarnegara, Musi Banyuasin, Pati, Ngada, Mataram, Bogor, Tangerang, dan Surabaya.

Sementara sektor digital aplikasi diikuti 40 peserta yang antara lain berasal dari Medan, Semarang, Denpasar, Sleman, Sukabumi, dan Garut. Untuk sektor fasyen dan kecantikan diikuti oleh 28 peserta yang antara lain berasal dari Pemalang, Bandung, Surakarta, Jakarta Selatan, dan Banda Aceh.

“Para peserta start-up atau wirausaha ini akan dipertemukan dengan sejumlah investor. Tujuannya agar bisnis mereka bisa naik kelas, salah satunya karena mereka mendapatkan pendanaan sesuai kebutuhan,” katanya.

Azizah mengungkapkan, dalam gelaran Cerita Nusantara, KemenKopUKM juga mengundang pihak asing agar pesan yang ingin disampaikan bahwa Indonesia, terutama untuk kriya dan wastranya sudah siap untuk menembus pasar global. Dua sektor terakhir, kata Azizah, menjadi prioritas yang turut dikembangkan KemenkopUKM karena kriya dan wastra merupakan klaster usaha terbesar di Indonesia.

Di sisi lain, kriya dan wastra juga sudah menjadi bagian perjalanan dari acara Cerita Nusantara. Awal kisahnya, Azizah mengatakan Cerita Nusantara ini ingin mendampingi para pelaku wastra di seluruh Indonesia pada 2021. Kemudian pada 2022, acara itu mengangkat para wirausaha kriya.

Selama dua tahun, KemenkopUKM telah mendampingi kurang lebih 10.000 wirausaha di bidang kriya dan wastra. “Tahun ini kita tutup dengan Cerita Nusantara, sebetulnya ide yang ingin kita tampilkan adalah semua ekosistem di kriya dan wastra yang ada termasuk teman-teman yang saat ini sudah mengembangkan aplikasi-aplikasi start-up juga untuk mendukung pelaku UMKM,” katanya.

Dengan business matching ini, Azizah optimistis program business matching yang dilakukan KemenkopUKM bisa berkembang. Terlebih program ini sudah dijalankan sejak lama, tak hanya berlaku untuk event Cerita Nusantara saja.

Dorong Entrepeneur Hub

Business matching yang dilakukan untuk sektor kriya, kata Azizah, bisa mendorong program Entrepeneur Hub, klaster fesyen dan kecantikan juga bisa mendorong program Entrepreneur Development, sektor pertanian bisa mendorong program Entrepreneur Financial Fiesta (EFF), sementara bidang digital aplikasi bisa mendorong program digitalisasi start-up.

Khusus untuk program Entrepreneur Financial Fiesta (EFF) yang sudah dirilis pada 2023 oleh Deputi Bidang Kewirausahaan, hingga 27 November 2023 telah memfasilitasi pendanaan bagi 253 start-up sebesar Rp 83,2 miliar. Angka ini melampaui target tahun 2023 sebesar Rp 30 miliar atau naik 278 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Azizah merinci, sebanyak Rp24,8 miliar pendanaan diberikan kepada 208 start-up oleh Fintech P2P, sebanyak Rp1,95 miliar diberikan kepada 14 start-up lewat KUR, sebanyak Rp21,3 miliar diberikan kepada 5 start-up dalam bentuk equity, dan sebesar Rp35,2 miliar diberikan kepada 26 start-up dalam bentuk pinjaman.

Baca juga: 50 Wirausaha Terpilih “Entrepreneur Development 2023” Siap Berkolaborasi Dengan Mitra Strategis

Azizah mengatakan, sebetulnya total peserta yang mengikuti program business matching ini mencapai 965 wirausaha atau start-up dengan total kebutuhan Rp621 miliar. “Hanya saja setelah dilakukan kurasi dan business matching dengan sejumlah lembaga, akhirnya terpilih 253 wirausaha dengan nilai pendanaan Rp83,2 miliar,” kata Azizah.

Pembiayaan tersebut, kata Azizah, diberikan kepada start-up yang berlokasi di 23 provinsi. “Rata-rata dealnya mencapai Rp327 juta,” kata Azizah.

Azizah mengungkapkan, KemenkopUKM melibat empat corporate accelerator dalam menjalankan business matching. Keempat corporate accelerator tersebut adalah MBN Consulting, ARQAM, SIGER, dan LBS Urun Dana./

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

ILO dan Kemenko
Ekonomi Rakyat

ILO, OJK dan Kemenko Perekonomian Lanjutkan Program Inklusi Keuangan untuk UMKM dan Pekerja Lewat Program Promise to Impact Fase Tiga

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menggelar acara "Celebrating Achievement, Strengthening...

Ali Mahsun
Ekonomi Rakyat

Ketum APKLI MP : Dasco Berperan Besar Jembatani Aspirasi Pedagang Kecil

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Ketua Umum Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, Dan Pedagang Kaki...

Ekonomi Rakyat

INACRAFT 2026 : Rangkai Tradisi, Teknologi, dan Inovasi Dalam Satu Pameran

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) kembali menghadirkan...

Ekonomi Rakyat

Unjuk Gigi di INACRAFT 2026, Empat UMK Binaan Hutama Karya Grup Tampilkan Kerajinan Etnik Berbasis Inovasi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama anak perusahaannya,...