JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melepas total 402 relawan ke wilayah bencana Sumatera. Adapun sebarannya 234 relawan di Aceh, 101 relawan di Sumatera Utara, dan 67 relawan di Sumatera Barat.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan kehadiran personel baru dari Jakarta diharapkan dapat menghadirkan perspektif segar sehingga berbagai hal yang sebelumnya terlewat dapat diidentifikasi dan diperbaiki. Dengan dukungan tersebut, kualitas pekerjaan serta percepatan penanganan bencana diharapkan dapat berlangsung secara optimal.
“Pengiriman relawan dilakukan karena kerusakan infrastruktur berskala masif hingga menjangkau tingkat kabupaten dan kecamatan. Kondisi tersebut diperparah dengan lumpuhnya sebagian aparatur pemerintah daerah yang juga terdampak bencana, sehingga diperlukan tambahan personel teknis dari pusat,” ujar Dody dalam media briefing di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Dody menjelaskan bahwa mayoritas relawan merupakan insinyur yang bertugas mencatat kerusakan secara rinci serta mengawal pekerjaan di lapangan. Seiring terbukanya akses, tantangan di daerah dinilai semakin kompleks dan membutuhkan energi serta ketahanan fisik.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Wida Nurfaida, menyampaikan relawan yang ditugaskan adalah kombinasi antara ASN berpengalaman dan generasi muda, termasuk CPNS. Personel yang pernah menangani bencana di Palu, NTT, dan wilayah lain kembali diturunkan untuk membimbing relawan baru agar pelaksanaan tugas di lapangan berjalan efektif dan terkoordinasi.
“Ini sebagai simbol dan komitmen, serta solidaritas kita bahwa kehadiran negara ini tidak pernah berhenti hanya pada level kebijakan, tapi kita juga meyakini dengan menugaskan teman-teman adalah mewujudkan kerja nyata di lapangan,” kata Wida.
Dalam pelepasan tersebut, Kementerian PU menunjuk perwakilan relawan dari masing-masing wilayah penugasan. Antara lain:
1. Perwakilan relawan Sumatera Barat: Andhika Fajar Ismail, Pengelola Sumber Daya Air Ahli Pertama dari Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
2. Perwakilan relawan Sumatera Utara: Cahya Amat Trisdianto, Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Pertama dari Direktorat Jalan Bebas Hambatan, Direktorat Jenderal Bina Marga
3. Perwakilan relawan Aceh: Nathanael Punto Anjoto Sato, Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Ahli Pertama, Direktorat Jenderal Cipta Karya
Melalui strategi penguatan personel dan kolaborasi lintas unit organisasi, Kementerian PU ingin menunjukkan upaya penanganan bencana di wilayah Sumatera yang menuntut kehadiran negara secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Diketahui, sebelumnya kementerian PU telah memiliki 310 personil yang dikerahkan untuk bencana Sumatera dan tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terdiri dari unsur Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya.(E2-NOVITA)








































