SUKOHARJO, Bisnistoday – Menteri UMKM Maman Abdurrahman melepas ekspor perdana satu kontainer furnitur rotan senilai US$12.612 ke Spanyol produksi Koperasi Trangsan Manunggal Jaya di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pada kesempatan yang sama, Menteri meresmikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Komoditas Rotan di Sukoharjo yang dikelola Koperasi Trangsan Manunggal Jaya.
“Kami berharap ekspor rotan dari Sukoharjo berlangsung secara rutin. Karena itu, kepastian pasokan, ketepatan waktu pengantaran, serta kualitas produk menjadi prioritas agar ekspor berkelanjutan,” ujar Maman di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (18/12).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memproduksi sekitar 1,7 juta batang atau setara 15.000 ton rotan pada 2024. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai pemasok sekitar 80 persen kebutuhan rotan dunia.
Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, yang telah lama dikenal sebagai sentra industri kerajinan dan furnitur rotan, ditetapkan sebagai lokasi RPB Komoditas Rotan. Masyarakat setempat telah mengolah rotan sejak 1920, menjadikannya salah satu pusat produksi rotan tertua di Jawa Tengah.
Daerah ini juga jadi sentra rotan terbesar kedua di Indonesia pada 1970-1990. Saat ini, sekitar 220 kepala keluarga berprofesi sebagai perajin rotan dan menyerap kurang lebih 5.000 tenaga kerja.
“Peresmian ini menandai kesiapan RPB untuk mengembangkan bisnis rotan secara lebih terstruktur. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak agar ekosistem bisnis rotan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” kata Maman.
RPB hadir untuk mendorong UMKM rotan naik kelas melalui peningkatan kapasitas produksi, standardisasi mutu, efisiensi proses, penguatan desain dan inovasi, serta perluasan akses pasar. Fasilitas ini menjadi ruang kolaborasi antara perajin, pendamping, dan mitra usaha di wilayah tersebut.
RPB Komoditas Rotan memiliki dua lini produksi, yakni pemrosesan bahan baku rotan menjadi rotan setengah jadi serta produksi rotan setengah jadi menjadi produk furnitur.
RPB mempekerjakan perajin lokal untuk menghasilkan aneka kreasi rotan yang berhasil menembus pasar ekspor ke Perancis, Kanada, Spanyol, Uni Emirat Arab.
Produk telah memenuhi sertifikasi seperti ISO 9001:2015, SNI Produk untuk kursi dan meja sekolah, dan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK).
Maman mendorong RPB Komoditas Rotan di Sukoharjo dapat menjadi proyek percontohan bagi pengembangan fasilitas serupa di berbagai daerah di Indonesia. Pemantauan dan evaluasi berkelanjutan penting agar program ini berjalan efektif dan memberikan dampak signifikan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyambut baik kolaborasi dengan Kementerian UMKM melalui pendirian RPB Komoditas Rotan untuk mengatasi berbagai kendala produksi kerajinan dan furnitur rotan.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berkomitmen mendukung Koperasi Trangsan Manunggal Jaya dan RPB Komoditas Rotan melalui penyediaan fasilitas infrastruktur, pelatihan, serta pendampingan. Eko juga mengajak para perajin untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan profesionalisme dalam mengelola usaha rotan.



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)



















