JAKARTA, Bisnistoday – Diplomasi publik menjadi salah satu alat ampuh bagi Indonesia dalam menjaga dan mempromosikan kepentingan nasional di era yang semakin kompleks seperti saat ini.. Diplomasi yang dilakukan dengan menggunakan kekuatan soft power seperti seni, budaya, kuliner, musik, film, dan lainnya dinilai efektif untuk membangun citra positif di mata dunia, memperkuat hubungan bilateral, dan menciptakan jejaring kerja sama global.
Untuk tujuan tersebut, Ditjen IDP Kemlu selenggarakan Diplomatic Gathering pada Kamis (25/1) di Sarinah Mall Jakarta guna meningkatkan dukungan masyarakat internasional terhadap berbagai kebijakan dan politik luar negeri Indonesia serta untuk penguatan citra Indonesia. Kegiatan awal tahun ini mendapatkan antusiasme tinggi korps diplomatik asing di Jakarta. Tampak hadir 118 dari 78 perwakilan negara sahabat, 22 di antaranya adalah Duta Besar.
Secara spesifik dalam Diplomatic Gathering dilaksanakan diseminasi informasi dan sosialisasi kepada diplomat asing mengenai program kerja diplomasi publik Indonesia sepanjang tahun 2024 termasuk di bidang promosi ekonomi kreatif, Pendidikan, pariwisata, seni, budaya dan media.
“Kami menawarkan kepada Anda berbagai program diplomasi publik Indonesia untuk tahun 2024. Kami tertarik untuk berinteraksi dengan komunitas internasional khususnya korps diplomatik dalam berbagai konteks, terutama di bidang ekonomi kreatif, pendidikan, pariwisata, seni, budaya, dan media,” demikian disampaikan Staf Ahli Menlu bidang Diplomasi Ekonomi Duta Besar Dindin Wahyudin dihadapan korps diplomatik yang hadir saat membuka acara.
Diplomat Negara Sahabat
Para diplomat negara sahabat terlihat antusias, terutama saat mendengarkan paparan Flagship Program Diplomasi Publik 2024 yang disampaikan Direktur Diplomasi Publik Ani Nigeriawati. Banyak yang secara langsung mengungkapkan ketertarikan kolaborasi. Perwakilan dari Negara Uzbekistan misalnya. Mereka menginginkan Kerjasama Dialog Lintas Agama. Kazakhstan tertarik kolaborasi dalam jazz diplomacy. Sedangkan UK dan Pakistan ingin pererat hubungan terutama dalam bidang Gastronomi dan film, utamanya dalam menyambut 75 tahun peringatan hubungan bilateral dengan Indonesia,.
Acara Diplomatic Gathering juga menandai “kick-off” program pembelajaran BIPA bagi diplomat negara sahabat melalui kerja sama antara Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kemlu dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek. Kick-off di lakukan oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat Kemdikbudristek Prof. Dr. H. Muhammad Adlin Sila, M.A.
“Kami mengundang Anda semua untuk berpartisipasi aktif dalam Bahasa Indonesia Program for Foreign Diplomats yang dirancang khusus bersama Kemlu untuk menguasai Bahasa Indonesia sesuai dengan profesi Anda semua sebagai Diplomat,” ajak Prof Adlin.
Selain sosialisasi program Diplomasi Publik, Diplomatic Gathering secara strategis ditujukan untuk mempromosikan produk unggulan UMKM Indonesia binaan PT. Sarinah mulai dari ragam produk kuliner, fesyen, kriya, dan kecantikan. Di akhir program para peserta juga diajak untuk mengunjungi berbagai gerai menarik di Sarinah.
Direktur Utama Sarinah, Fetty Kwartati, dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa Sarinah telah bertransformasi dan banyak melakukan pembenahan di segala bidang. Mulai dari konsep bisnis yang sekarang telah menjadi community mall hingga menempatkan Sarinah menjadi ruang sosial dan budaya.
Menilik respons positif dari segenap undangan, Diplomatic Gathering akan dilakukan secara berkala. Hal ini penting untuk menyediakan platform bagi diplomat negara sahabat untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek kunci seperti pembangunan, pendidikan, teknologi, dan isu-isu global lainnya./Kemlu/




