www.bisnistoday.co.id
Selasa , 16 Juli 2024
Home EKONOMI Energi Ketum SP PT PLN: Pembahasan RUU EBET Sebaiknya Dilanjutkan pada Rezim Pemerintahan Baru
Energi

Ketum SP PT PLN: Pembahasan RUU EBET Sebaiknya Dilanjutkan pada Rezim Pemerintahan Baru

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ketua Umum Serikat Pekerja PT PLN (Persero) Abrar Ali menyatakan, keinginan pemerintah untuk memasukkan soal power wheeling dalam RUU EBET, hendaknya jangan dipaksakan

hanya sekadar memenuhi “syahwat politik” rezim yang akan berakhir pada Oktober mendatang. Penolakan terhadap RUU tersebut juga hingga kini masih saja bergulir dari para stakeholder.

Hal tersebut membuktikan bahwa RUU tersebut masih menyimpan sejumlah potensi masalah yang dapat dipastikan akan merugikan masyarakat dan negara nantinya.

“Baiknya, pembahasan soal RUU khususnya soal skema power wheeling, dilanjutkan pada periode rezim berikutnya,” kats Ketua Umum Serikat Pekerja PT PLN (Persero) Abrar Ali dalam keterangannya kepada sejumlah media, Kamis (11/07).

Pernyataan Abrar tersebut menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (24/05) lalu. Saat itu Menteri Arifin menyatakan bahwa pemerintah tidak ragu dan mendorong skema power wheeling masuk RUU EBET.

Menurut Abrar, kekhawatiran Menteri ESDM Arifin Tasrif terhadap kemungkinan ketidakmampuan PLN menyediakan energi listrik apabila terjadi demand yang tinggi, terkesan sangat didramatisasi.

“Terlalu didramatisasi soal lonjakan demand tersebut. Buktinya, hingga saat ini kita masih eksis melayani kebutuhan listrik masyarakat dan dunia industri. Soal nanti ada lonjakan demand, PLN akan mengantisipasinya dengan pertumbuhan jumlah pembangkit baru. Jadi jangan terlalu didramatisasilah, kasihan rakyat. Rakyat kini sudah lelah menghadapi ekonomi yang sedang morat-marit ini,” kata Abrar.

Menurut dia, terkait soal power wheeling ini masih harus membutuhkan kajian yang lebih lanjut. “Kan masih ada penolakan. Buktinya, saat rapat tersebut, Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto menyatakan pihaknya menolak skema power wheeling dimasukan dalam RUU EBET, karena tidak sekadar mengatur soal sewa jaringan transmisi PLN oleh swasta. Ada implikasi yang krusial, PLN tidak lagi menjadi satu-satunya lembaga dalam sistem single buyer and single seller (SBSS), tapi membentuk multi buyer and multi seller system (MBMS),“ ungkap Abrar mengutip pernyataan Mulyanto dari sejumlah media.

Tambah Beban APBN

Penolakan yang sama ungkap Abrar juga disampaikan, pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi. Menurut Fahmy, lanjut Abrar, skema power wheeling berpotensi menambah beban APBN dan merugikan negara. Alasannya, power wheeling akan menggerus permintaan pelanggan organik PLN hingga 30 persen dan pelanggan nonorganik hingga 50 persen.

Penurunan ini tidak hanya memperbesar kelebihan pasokan PLN, tapi juga menaikkan harga pokok penyediaan (HPP) listrik. Dampaknya dapat membengkakkan APBN untuk membayar kompensasi kepada PLN, sebagai akibat tarif listrik PLN di bawah HPP dan harga keekonomian. Terhadap rakyat, penetapan tarif listrik yang diserahkan kepada mekanisme pasar juga akan membuat tarif listrik bergantung demand and suplly.

Baca juga: Serikat Pekerja dan Struktur Formal PT PLN Harus Bersinergi Membangun PLN yang Kokoh

Terkait masih adanya kontra soal power wheeling tersebut, Abrar menyatakan, pembahasan RUU EBET hendaknya dilanjutkan pada masa presiden periode 2024-2029 mendatang.

“Jadi kita masih ada waktu untuk melakukan pembahasannya, sehingga
tidak ada yang dirugikan. Jangan hanya ingin memaksakan “syahwat politik” dipaksakan harus selesai sebelum periode presiden sekarang yang akan berakhir pada Oktober mendatang. Kasihan rakyat dan akan menjadi beban negara nantinya,” ungkap Abrar./

 

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Happy Anniversary Bisnistoday.co.id

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Energi

The 10th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2024 Digelar 18-20 September

JAKARTA, Bisnistoday - Perubahan iklim menjadi tantangan nyata secara global yang dihadapi...

Energi

PLN Icon Plus Berkolaborasi Menuju Transformasi Energi Hijau dan Elektrifikasi Kendaraan

JAKARTA, Bisnistoday - Di tengah meningkatnya perubahan iklim skala global, PLN Icon...

Pertamina Hulu Rokan
Energi

Pertamina Hulu Rokan Raih Izin Investasi Minas

PEKANBARU,  Bisnistoday - Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan siap...

WAKIL SKK Migas
Energi

Industri Hulu Migas Launching Ruang Hijau Taman Buah Puspantara

PENAJAM PASER UTARA, Bisnistoday - Sebagai bentuk dukungan industri hulu migas dalam...