www.bisnistoday.co.id
Rabu , 19 Agustus 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kinerja Ekonomi Domestik di Jalur Pemulihan yang Tepat
Ekonomi & Bisnis

Kinerja Ekonomi Domestik di Jalur Pemulihan yang Tepat

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/01)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai kinerja ekonomi domestik berada di jalur pemulihan yang tepat serta diikuti pertumbuhan sisi konsumsi dan produksi. Hal ini tercermin antara lain dari kinerja hingga akhir tahun 2023 (Desember 2023), terkait PMI Manufaktur, penjualan ritel, indeks kepercayaan konsumen dan tingkat inflasi yang terkendali.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/01) mengatakan, PMI manufaktur tetap berada di zona ekspansi yaitu 52,2. Penjualan ritel terus tumbuh sebesar 0,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) diikuti indeks kepercayaan konsumen yang positif (123,8). Sementara tingkat inflasi 2023 terkendali di level 2,61 persen (yoy).

Di sisi lain, lanjut dia, proses pemulihan ekonomi global masih diwarnai beberapa risiko ketidakpastian, antara lain, pemulihan ekonomi global yang masih lemah dan cenderung divergen, dan perbedaan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga kebijakan bank sentral utama.

Risiko ketidakpastian juga termasuk dampak fragmentasi geopolitik kawasan terhadap harga komoditas, perdagangan global, dan aktivitas investasi; serta agenda politik di berbagai negara yang mempengaruhi arah kebijakan ekonomi.

Kinerja Perbankan

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengatakan, kinerja intermediasi perbankan terus membaik, yang ditunjukkan dengan kredit perbankan sepanjang 2023 tumbuh sebesar 10,38 persen secara tahunan dan dana pihak ketiga tumbuh 3,73 persen (yoy). “Sementara itu, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan terus terjaga.”

Baca juga: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh dan Kuat

Rasio permodalan (KPMM) industri terjaga di level 27,69 persen pada periode Desember 2023. Sementara itu, likuiditas perbankan juga relatif memadai dengan rasio alat likuid (AL) terhadap non core deposit (NCD) atau AL/NCD berada di level 127,08 persen, melampaui ambang batas sebesar 50.

Kemudian, rasio AL/DPK tercatat sebesar 28,73 persen pada Desember 2023 relatif tinggi di atas ambang batas sebesar 10 persen./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Angkutan Barang
Ekonomi & Bisnis

PT Tristar Transindo Siapkan Motor Carrier dan Car Carrier Solusi Distribusi Kendaraan Pelanggan

/JAKARTA, Bisnistoday - Perjalanan sepeda motor dan mobil baru dimulai saat kendaraan...

Motor Listrik
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Industri Kecil dan Menengah Terbuka Peluang Jadi Pemasok Motor Listrik Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Peringati HUT ke-81 RI, Menkop Tegaskan Komitmen Kemerdekaan Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun...

Kawasan Hunian
Ekonomi & Bisnis

KAI Bersiap Garap Penyediaan Hunian Terjangkau di Pusat Kota Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday -  PT Kereta Api Indonesia (Persero) bakal menggarap penyediaan hunian...