www.bisnistoday.co.id
Kamis , 2 Juli 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kinerja Ekonomi Domestik di Jalur Pemulihan yang Tepat
Ekonomi & Bisnis

Kinerja Ekonomi Domestik di Jalur Pemulihan yang Tepat

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/01)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai kinerja ekonomi domestik berada di jalur pemulihan yang tepat serta diikuti pertumbuhan sisi konsumsi dan produksi. Hal ini tercermin antara lain dari kinerja hingga akhir tahun 2023 (Desember 2023), terkait PMI Manufaktur, penjualan ritel, indeks kepercayaan konsumen dan tingkat inflasi yang terkendali.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/01) mengatakan, PMI manufaktur tetap berada di zona ekspansi yaitu 52,2. Penjualan ritel terus tumbuh sebesar 0,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) diikuti indeks kepercayaan konsumen yang positif (123,8). Sementara tingkat inflasi 2023 terkendali di level 2,61 persen (yoy).

Di sisi lain, lanjut dia, proses pemulihan ekonomi global masih diwarnai beberapa risiko ketidakpastian, antara lain, pemulihan ekonomi global yang masih lemah dan cenderung divergen, dan perbedaan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga kebijakan bank sentral utama.

Risiko ketidakpastian juga termasuk dampak fragmentasi geopolitik kawasan terhadap harga komoditas, perdagangan global, dan aktivitas investasi; serta agenda politik di berbagai negara yang mempengaruhi arah kebijakan ekonomi.

Kinerja Perbankan

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengatakan, kinerja intermediasi perbankan terus membaik, yang ditunjukkan dengan kredit perbankan sepanjang 2023 tumbuh sebesar 10,38 persen secara tahunan dan dana pihak ketiga tumbuh 3,73 persen (yoy). “Sementara itu, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan terus terjaga.”

Baca juga: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh dan Kuat

Rasio permodalan (KPMM) industri terjaga di level 27,69 persen pada periode Desember 2023. Sementara itu, likuiditas perbankan juga relatif memadai dengan rasio alat likuid (AL) terhadap non core deposit (NCD) atau AL/NCD berada di level 127,08 persen, melampaui ambang batas sebesar 50.

Kemudian, rasio AL/DPK tercatat sebesar 28,73 persen pada Desember 2023 relatif tinggi di atas ambang batas sebesar 10 persen./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

emasku
Ekonomi & Bisnis

HPE dan HR Emas Turun Seiring Pelemahan Harga Emas Global

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga...

Pabrik Sanken
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

PMI Anjlok, Pemerintah Berikan Stimulus Penurunan Harga Gas Tertentu Untuk Industri

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian fokus pada kebijakan strategis guna menjaga daya...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pengemudi Ojol Roda Dua Resmi Berstatus Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, Bisnistoday – Mulai 1 Juli 2026 pengemudi ojek online (ojol) roda...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Agrinas Palma Gandeng Pertamina Power, Reaktivasi Biodiesel dan Bangun Pabrik Bioetanol

JAKARTA, Bisnistoday - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) gandeng PT Pertamina Power...