www.bisnistoday.co.id
Jumat , 1 Mei 2026
Home LIFESTYLE Komal Bung Iful Kupas Posisi Erick Thohir dan Tekanan Politik
LIFESTYLESport & Health

Komal Bung Iful Kupas Posisi Erick Thohir dan Tekanan Politik

Erick Thohir Ketua Umum PSSI jadi pembicaraan hangat dalam diskusi Komal Bung Iful.
Komal Bung Iful mengupas Erick Thohir dengan manuvernya di PSSI termasuk munculnya tekanan.
Social Media

JAKARTA, BisnisToday – Di bawah lampu sorot stadion yang tak pernah redup, Erick Thohir (ET) tengah memainkan formasi yang jauh lebih rumit daripada sekadar 4-3-3.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) itu seolah sedang melakukan pressing tinggi di berbagai lini mulai dari lapangan hijau, birokrasi, hingga peta survei politik nasional.

Dalam Komunikasi Masal (Komal) yang dipandu Bung Iful beberapa statment mengemuka terkait Erick Thohir dan tekanan politik yang muncul.

Pemilik akun @Gue.rue menilai program naturalisasi besar-besaran yang diusung ET bukan sekadar upaya instan mengejar prestasi melainkan sebuah etalase dunia.

“Standar ambisius ET ini menjadi credit point yang dilirik pasar global. Bayangkan, targetnya bukan lagi sekadar urusan domestik,” ujar pemilik akun gue.rue, Rabu 24 Desember 2025 dini hari WIB.

“Jabatan Presiden FIFA atau target politik yang lebih besar pun terasa masuk akal,” ujar gue.rue.

Namun, bagi para pundit di kedai kopi, kemudahan ET dalam memproses pemain keturunan kerap dipandang sebagai “privilese jalur langit”.

Contoh saja, sambung dia, dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto membuat proses di DPR RI berjalan tanpa hambatan.

“Ini sesuatu yang mustahil terjadi jika sang Ketum PSSI tak punya kartu sakti di kabinet,” ujarnya di Komal Bung Iful.

“Memang sakti, jangankan bek dari Liga Belanda, kalau ET mau menaturalisasi Avengers pun sepertinya berkasnya bakal disetujui DPR dalam satu malam,” ungkapnya.

Inlah seninya menjadi ‘Anak Emas’ negara:

“Semua hambatan administratif hanyalah kerikil yang mudah disapu oleh sapu lidi kekuasaan,” celetuk pria Sulawesi yang bermukim di Papua itu.

Taruhan STY dan Risiko ‘Blunder’ Politik:

Keberadaan Shin Tae-yong (STY) kini menjadi pedang bermata dua bagi ET.

Sementara @dan pria asal Sulawesi itu, mengingatkan bahwa dukungan publik yang masif terhadap STY adalah modal sekaligus ancaman.

Jika proyek ini berhasil, ET akan panen pujian. Jika gagal kursi federasi bisa menjadi sangat panas.

“ET itu pragmatis. Jika secara politis tidak lagi memungkinkan atau respons publik memburuk, dia sadar kapan harus menarik diri,” terangnya.

“Prestasi di tahun 2026 dan 2027 adalah harga mati, dan itu modal,” ungkap pria yang bekerja di salah satu perusahaan tambang.

“Di sepak bola kita, STY itu seperti asuransi jiwa bagi ET. Selama timnas menang, survei aman,” kata dia.

“Tapi begitu kalah, jangan kaget kalau tiba-tiba data survei tim sukses menunjukkan bahwa publik tiba-tiba merindukan pelatih lokal.”

“Politik kita itu seperti VAR; keputusannya bisa berubah mendadak tergantung siapa yang duduk di ruang monitor.”

Membidik RI-2 Lewat Gol Timnas:

Di sisi lain, pria dengan akun @BJH melihat bahwa masyarakat Indonesia adalah pemilih yang sangat sederhana dalam mencerna kinerja bola.

Mereka tidak peduli pada kualitas liga, fasilitas tempat latihan, atau teknologi VAR.

Indikator kesuksesan hanya satu: kemenangan Tim Nasional di Piala Asia atau Kualifikasi Piala Dunia.

BJH mencium adanya aroma kursi Wakil Presiden di balik manuver ET.

Gosip lama tentang dirinya sebagai kandidat pendamping Prabowo yang sempat terganjal bisa jadi dibangkitkan kembali lewat euforia bola.

”Oposisi akan selalu mencari celah,” kata dia.

”Lihat saja bagaimana isu-isu kedaerahan seperti bencana di Aceh coba ditaberakkan dengan sosok ET.”

”Dia ibarat anak emas yang apa pun langkahnya selalu dikaitkan dengan restu Presiden,” kata BJH.

Menanggapi hal ini, suara sinis di tribun media tak mau kalah.

”Lucu memang melihat bola kita sekarang. Skor di papan klasemen seolah-olah harus selaras dengan angka elektabilitas.”

”Kalau Timnas cetak gol, yang selebrasi bukan cuma suporter, tapi mungkin juga surveyor,” kelakarnya.

”Kita tinggal tunggu saja apakah piala dari AFC atau justru tiket masuk ke istana di 2029,” jelasnya.

Erick Thohir memang bukan orang partai, dan itu adalah kekuatan utamanya ia hadir sebagai agen profesional yang membuat Presiden nyaman.

Dunia sepak bola maupun politik ketika blunder bisa menghapus semua clean sheet.

Sulit Cari Pengganti ET:

Pernyataan berbeda disampaikan Bung Faitan, ia menilai saat ini sulit mencari pengganti Erick Thohir.

Justru sebaliknya ketika ada yang meragukan sisi pengorbanan ET dalam membangun PSSI di mata dunia, maka ada insinuasi politik di dalam pernyataannya.

Kondisi tersebut dapat terbaca dari geliat perbedaan antara pengurus PSSI yang satu dengan lainnya.

Faktanya publik sepak bola di Indonesia kian tertarik dengan informasi tim nasional dan dinamika yang hadir.

“Memang ET bukan sosok pemuas semua orang tapi inilah seninya dalam memimpin federasi,” kata pria dengan logat khas Medan itu.

Faitan berharap ET mampu memimpin PSSI dengan prestasi gemilang dan dapat melanjutkan ke periode berikutnya.

“Karena jujur saja saya masih mengharapkan ET terus memperbaiki sepak bola Indonesia untuk jangka panjang,” pintanya.

Tahun 2026-2027 Ajang Pembuktian:

Sementara, Ilyas (dengan akun Keling FC) yang ikut dalam Komal Bung Iful mengatakan ET memiliki kesempatan untuk mendongkrak namanya di era Gen Z yang menyukai olah raga.

“Era sekarang Gen Z lebih mudah mengangkses keberhasilan ET, dan tidak sulit memberi kesempatan beliau di ranah politik (Pilpres 2029),” ungkap pria asal Jambi itu.

Apalagi jika tahun 2026 menuju awal 2027 timnas Indonesia sukses dalam mengemas citra baik di kancah regional (Asia Tenggara) dan Asia.

Sejalan dengan tekanan politik, dan masifnya fans fomo peninggalan STY, Ilyas yakin ET mampu mengatasi kerikil berserakan itu.

“ET terbiasa dengan tekanan, sosok profesional mampu memilah, di mana kepentingan bangsa dan di mana kepentingan pribadi,” jelasnya.

Maka, tahun 2026-2027 merupakan ajang pembuktian bagi PSSI di bawah komando pria keturunan Lampung itu.

“Sisakan fans fomo STY karena tanpa mereka kurang seru kita berdebat, publik sedang menunggu pembuktian itu,” pungkas Ilyas mengakhiri Komal Bung Iful.

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Rizki Eka, Eksel Runtukahu, dan Brian Fatari timnas Indonesia
LIFESTYLESport & Health

Rizky Eka dan 2 Wajah Baru Pilihan John Herdman Masuk Timnas Indonesia

JAKARTA, BisnisToday - Pelatih John Herdman memanggil 23 pemain lokal mengikuti pemusatan...

Sport & Health

Melalui “Comfort, Made Together,” Laurier Beri Dukungan Wanita Saat Menstruasi

JAKARTA, Bisnistoday - Bertepatan dengan momentum Hari Kartini, Laurier meluncurkan kampanye “Comfort,...

CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady di Jakarta, Sabtu (25/4)
Sport & Health

Siloam Cardiac Summit 2026 : Perkuat Praktik Klinis Kardiovaskular

JAKARTA, Bisnistoday - Penyakit jantung hingga kini masih menjadi penyebab kematian nomor...

Wings
Sport & Health

Program Baru WINGS-UNICEF Targetkan Peningkatan Edukasi Menstruasi Remaja Putri

JAKARTA, Bisnistoday — WINGS Group bersama UNICEF melalui program WINGS for UNICEF...