www.bisnistoday.co.id
Senin , 24 Agustus 2026
Home EKONOMI Komatsu Astra Finance Dukung Wujudkan Energi Bersih
EKONOMIEnergi

Komatsu Astra Finance Dukung Wujudkan Energi Bersih

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Komatsu Astra Finance (KAF) memandang positif terhadap rencana pengembangan energi terbarukan kendati dalam pembiyaan alat berat perusahaan masih mengandalkan industri energi berbasis batubara. “Kami mendukung upaya net zero emission yang dicanangkan nasional maupun global,” ungkap Andreas Manik, Vice President Director PT Komatsu Astra Finance, saat Astra Financial Bincang-Binacng,di Jakarta, Rabu (8/3).

Ia menguraikan, seperti diketahui bahwa dalam lima tahun terakhir menjadi perbincangan hangat bagi energi batubara/ coals. Sebenarnya, KAF lebih mendukung dari industri pembiayaan khususnya Komatsu, atau captive financial.

Sebenarnya, lanjut Andreas, sudah menantisipasi hingga pasar 2050 mendatang untuk net zero emission. Sekarang ini, portofolio sekitar 30% dari keseluruhan, dengan bergerak dalam industri mineral khususnya batubara.. “Meskin begitu, hingga sekarang, kebutuhan coals juga tetap masih tinggi,” tuturnya.

Andreas menuturkan, energi mineral tidak melulu juga batu bara, tetapi ada nikel, bauksit dan lainnya. Memang sekarang ini, yang masih tinggi kebutuhan bidang vehiecle bidang mineral.”Tujuan utama produk kita, ada eropa, dan produsen seperti Indoneisa, Australia dan ebberapa negara lainnya. “

Menjadi pertanyaan, lanjut Andreas, seberapa kuat pemerintah juga memberikan subsidi kepada energi berkelanjutan. Nah, untuk itu, Komatsu sebenarnya sudah menyiapkan prototipe heavy vehicle dengan energy Hidbrid. “Sebenrapa kuat untuk mengurangi energi colas, sedangkan sekarang hampir mayoritas pembangit listrik gunakan batubara,” tuutrnya.

Harga Batubara

Menurut Andreas, boleh dibilang sekarang ini energi mineral dari batubara masih relative lebih murah. Bahkan, di sejumlah negara kawasan Eropa masih menggunakan energi batubara. Sedangkan, untuk energi berish seperti beberapa kota di Jerman, juga belum optimal pemanfaatannya.

“terlabih ekarang ini, krisis global memaksa pemerintahanya mengerem pengeluaran. Bahkan, sebagian wilayah menggunakan energi batubara kembali.”

Seperti diketahui, seperti Jerman juga, sudah menginvestasikan sekitar 20 miliar USD per tahun dan penggunaan energi batubara hanya untuk domestic tidak melakukan ekspor. “Jadi transisi energi ini, merupakan PR bersama dunia. Bagaimana langit yang hitam juga menjadi bersih.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ahmah Yani
Energi

Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX:...

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Anugerahkan Koperasi Award kepada Gen Z hingga Tokoh Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menganugerahkan Koperasi Award kepada sejumlah tokoh...