www.bisnistoday.co.id
Jumat , 26 Juni 2026
Home EKONOMI Komitmen LPDB-KUMKM Bantu UMKM Sektor Riil Sangat Besar
EKONOMIEkonomi Rakyat

Komitmen LPDB-KUMKM Bantu UMKM Sektor Riil Sangat Besar

DUKUNGAN LPDB-KUMKM: Pengurus Koperasi Konsumen Katala Batu Hijau NTP mengakui bahwa komitmen Lambaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk membantu UMKM sektor riil sangat besar
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pengurus Koperasi Konsumen Katala Batu Hijau NTP mengakui bahwa komitmen Lambaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk membantu UMKM sektor riil sangat besar, dengan tarif layanan bagi hasil sangat murah.

Atas dasar tersebut, mendorong pengurus koperasi mengajukan proposal pembiayaan ke LPDB-KUMKM. Dan pada Juni 2022, koperasi mendapatkan persetujuan pembiayaan sebesar Rp4,5 miliar.

“Informasi awal mengenai LPDB-KUMKM kami dengar pertama kali pada tahun 2013, pada saat itu koperasi telah mengajukan pembiayaan namun belum berhasil karena kekurangan jaminan berupa fix asset. Pengajuan kembali dilakukan setelah mendapat informasi dari mitra rekanan LPDB-KUMKM yaitu Asuransi Askrindo yang memediasi Koperasi Konsumen Katala Batu Hijau dengan LPDB-KUMKM. Melalui sistem online, kami mengajukan proposal pembiayaan dengan melengkapi semua berkas dan syarat yang dibutuhkan seperti dokumen legalitas, fix asset, dan lain sebagainya,” ungkap Senior Manajer Koperasi Konsumen Katala Batu Hijau, Ruliana dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/8).

Ruliana menjelaskan, sejak tahun 2005, koperasi pernah mendapatkan pembiayaan dari beberapa perbankan dengan total plafond Rp320 miliar. Dan di tahun 2020 seluruh pembiayaan tersebut telah lunas. Untuk pembiayaan sektor riil, koperasi belum pernah menikmati fasilitas pembiayaan apa pun dari perbankan, hingga akhirnya untuk kebutuhan pembiayaan ini dapat dipenuhi oleh LPDB-KUMKM.

Dengan adanya pembiayaan LPDB-KUMKM ini, tambah Ruliana, koperasi merasakan dampak dan manfaat khususnya dalam pengembangan usaha, mulai dari office supply ke perusahaan, kemudahan pengadaan barang dari vendor dan UMKM-UMKM koperasi, serta pembayaran pengadaan yang tepat waktu. Ke depan, koperasi yang memiliki anggota sebanyak 598 orang dan total karyawan 35 orang, berencana untuk mengembangkan usaha produktif.

“Dalam waktu dekat kami akan mengembangkan usaha-usaha produktif, seperti empat mini commisari (waserda) di area administrasi mining (lokasi tambang) yaitu di lokasi proses pemurnian hasil mineral dan di area pelabuhan perusahaan, serta pembangunan tempat peleburan logam (smelter). Dengan bertambahnya pengelolaan commisari ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan sebanyak 15 orang. Oleh sebab itu, kami membutuhkan tambahan modal usaha,” papar Ruliana.

Selama 20 tahun berkiprah, Koperasi Konsumen Katala Batu Hijau akhirnya merasakan dampak sentuhan pemerintah melalui LPDB-KUMKM. Melalui usaha sektor riil yang dikelola, koperasi yang selama ini sangat kesulitan dalam mengembangkan usaha dapat terus melanjutkan usaha dalam mengelola waserda dan enam cabang waserda lainnya apalagi setelah mendapat pembiayaan dari LPDB-KUMKM. Selain itu, koperasi juga diharapkan dapat terus men-supply office dan kebutuhan perusahaan.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran LPDB-KUMKM. Setelah 20 tahun beroperasi dan selama itu pula kami mengalami kesulitan dalam mengembangkan kegiatan usaha sektor riil, dan dengan adanya pembiayaan LPDB-KUMKM sangat luar biasa membantu pengembangan usaha kami. Kami berharap, LPDB-KUMKM tetap dapat membantu kami dan UMKM-UMKM lainnya,” harap Ruliana.

Jemput Bola

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo menyampaikan untuk memaksimalkan pelayanan dan mendapatkan mitra-mitra potensial agar mendapat akses dana bergulir, LPDB-KUMKM terus melakukan upaya “jemput bola”.

Upaya tersebut untuk mendorong koperasi agar tumbuh dan berkembang, baik dari sisi produksi maupun skala bisnis, yang akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota sekaligus perekonomian nasional.

Ia mengatakan, koperasi juga berperan sebagai aggregator bagi anggotanya, sehingga LPDB-KUMKM memiliki tanggung jawab dalam mendorong pelaku usaha khususnya koperasi sektor riil untuk meningkatkan produktivitas anggota.

Selain itu, lanjut Supomo, pada 2024 pemerintah menargetkan pertumbuhan koperasi modern sebanyak 500 unit koperasi, sehingga melalui Kementerian Koperasi dan UKM diterapkan beberapa strategi di antaranya koperasi berbasis closed loop. “Model ini dikembangkan sebagai koperasi multi pihak, dengan fokus pada koperasi sektor riil, pembiayaan, serta digitalisasi,” tambahnya.

Pada tahun ini, LPDB-KUMKM menyasar pada koperasi-koperasi sektor riil di daerah khususnya wilayah yang masih rendah penyaluran dan koperasi-koperasi baru yang belum merasakan manfaat dana bergulir LPDB-KUMKM.

Selain memberi dukungan permodalan, LPDB-KUMKM juga mengoptimalisasi Program Inkubator wirausaha. Strategi ini merupakan cara untuk menjaring mitra-mitra baru, khususnya pelaku UMKM yang akan diinkubasi untuk bergabung ke dalam wadah koperasi.

Ke depan, kata Supomo, seluruh koperasi di Indonesia diharapkan dapat merasakan dan menikmati manfaat pembiayaan LPDB-KUMKM. “Dengan mengedepankan prinsip pelayanan Tri Sukses, yakni sukses penyaluran, sukses pemanfaatan, dan sukses pengembalian, LPDB-KUMKM terus mendampingi koperasi dalam pengajuan proposal pembiayaan. Harapannya, koperasi-koperasi yang memiliki potensi besar dapat meningkatkan tata kelola kelembagaan serta manajemen bisnis, khususnya sebagai wadah pengembangan ekonomi nasional melalui UMKM,” papar Supomo./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Sinergikan Tiga Program untuk Capai Target 10 Juta Wirausaha Baru

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga inkubator berperan strategis untuk mencetak wirausaha baru yang...

Ekonomi Rakyat

Bertahan Lewat Inovasi dan Digitalisasi, Kisah Eka Mengembangkan Usaha Telur Gabus Keju

BANDUNG, Bisnistoday - Ketergantungan pada penjualan musiman membuat Engkar Kardiah harus memutar...

Komponen Otomotif
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menperin Menepis Tudingan Adanya Relokasi Sejumlah Perusahaan Komponen Otomotif

JAKARTA, Bisnistoday -Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Aturan Baru: Platform E-commerce Wajib Cantumkan Seluruh Biaya Dalam Perjanjian Kemitraan

  JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi...