JAKARTA, Bisnistoday- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC) membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dengan konsep Eco Waste bekerjasama dengan Pemkab Kutai Timur yang diberi nama TPST Prima Sangatta Eco Waste.
TPST ini menggunakan mesin karya anak bangsa, Thermal Hydro Drive. Boiler mesin menggunakan boiler temperature 600°C – 1200°C dengan Electrical Power 42 KVa, Water Requirement 3 – 5 M3/hari dan smoke system filter Cyclone, Wet Scrubber dan beroperasi dengan kapasitas 50 ton per
hari. Hasil akhir berupa abu/bottom ash yg merupakan bahan pengganti pasir utk pembuatan batako dan paving block.
TPST dibangun di atas lahan 1800 meter persegi dengan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) KPC senilai Rp16,9 Miliar yang meliputi mesin Rp13,5 miliar, bangunan Rp1,9 miliar dan pendampingan selama satu tahun serta penunjang lainya Rp1,5 miliar dan berlokasi di belakang
Pasar Induk Sangatta (PIS), Teluk Lingga, Kota Sangatta.
Acara serah terima TPST dilaksanakan pada tanggal (27/1) dan dihadiri oleh Bupati Kutai Timur, H Ardiansyah Sulaimana, Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang, serta Manajemen KPC.
Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur, H Ardiansyah Sulaiman menyampaikan ucapan
terima kasih kepada KPC atas pembangunan TPST itu. Bupati meyakini, dengan adanya TPST itu, bisa meningkatkan pencapaian sertifikat Adipura yang sudah diraih sebelumnya.
“Saya sangat berterima kasih atas kontribusinya. Ini sangat luar biasa. Untuk KPC, terus berkarya untuk Kutai Timur lebih baik. Semoga sertifikat Adipura yang telah kita terima bisa meningkat statusnya ke lebih lebih tinggi lagi” kata Bupati Ardiansyah.
Presiden Direktur Bumi Resources Tbk, Adika Nuraga Bakrie menyatakan bahawa pihaknya merasa bahagia dapat berkontribusi lebih nyata untuk Kota Sangatta. Kolaborasi antara KPC dan Pemkab Kutai Timur terus berkelanjutan dan ini memberikan bukti tambahan bahwa grup BUMI berkomitmen untuk menerapkan kaidah terbaik dalam bidang lingkungan, terutama membantu
pemerintah dan masyarakat Kutai Timur dalam mengatasi sampah,” ujar Adika./


