www.bisnistoday.co.id
Selasa , 25 Agustus 2026
Home EKONOMI LaNyalla: Pertumbuhan Tanpa Pemerataan, Bukan Ekonomi Pancasila
EKONOMIEkonomi & Bisnis

LaNyalla: Pertumbuhan Tanpa Pemerataan, Bukan Ekonomi Pancasila

PEMERATAAN EKONOMI : La Nyala Mattaliti Ketua DPD Ri pada suatu kesempatan, belum lama ini.
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan pemerintah harus utamakan pemerataan ekonomi ketimbangkan mengejar pertumbuhan semata. Azas perekonomian negara ini disusun atas usaha bersama, untuk kemakmuran rakyat, dengan memastikan kekayaan alam yang meliputi bumi, air dan udara dikuasai oleh negara. 

Dengan begitu, semua tidak wajib mengikuti dan membebek kepada konsepsi ekonomi kapitalis global yang menjadikan Pertumbuhan Ekonomi sebagai satu-satunya ukuran pembenar, hanya karena kita mengejar tingkat tax rasio, dan melupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak. 

“Sudah seharusnya kita fokus kepada pemerataan ekonomi, dengan memaksimalkan keunggulan komparatif yang diberikan oleh Allah SWT melalui kekayaan alam yang kita punya, yang mutlak dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat,” ungkapnya, di Bandung, belum lama ini. 

Penegasan itu disampaikan LaNyalla saat memberi orasi dalam Silaturahmi dan Diskusi Aliansi Profesional Indonesia Bangkit di Bandung, Jawa Barat, yang diikuti sejumlah tokoh setempat dan tokoh nasional. 

Dalam paparannya LaNyalla mengajak semua pihak untuk memulai langkah konkret membangun kekuatan ekonomi Indonesia dengan melawan Oligarki ekonomi yang merugikan bangsa. 

“Sudah saatnya bangsa ini memiliki pemimpin dengan kualitas Leadership yang berani mengakhiri praktek-praktek sesat ekonomi yang memiskinkan ratusan juta rakyat kita,” ungkapnya. 

LaNyalla melanjutkan, bangsa ini mutlak harus mengakhiri praktek over eksploitasi oleh Kapitalisme Global yang telah menjadi satu tubuh dengan Oligarki ekonomi di negeri ini melalui saham-saham mereka di lantai bursa yang telah menembus lintas batas negara. 

“Karena kemiskinan di suatu negara, bukan karena negara itu masih dalam tahap negara berkembang, tetapi karena negara tersebut terlalu di-eksploitasi oleh Oligarki rakus yang bersinergi dengan Kapitalisme Global,” tukas Senator asal Jawa Timur itu./ 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Java Kopi
Ekonomi & Bisnis

Ekspor Kopi Jawa Barat Senilai Rp2,64 Miliar Dilepas Menuju ke Inggris

BANDUNG, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyaksikan pelepasan...

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Anugerahkan Koperasi Award kepada Gen Z hingga Tokoh Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menganugerahkan Koperasi Award kepada sejumlah tokoh...