Jakarta (Bisnistoday.co.id) – Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2024 yang digelar di JEXPO Kemayoran membawa harapan baru bagi pertumbuhan enonomi Indonesia, lebih dari 13 ribu pembeli dari berbagai negara turut hadir dan ini menunjukkan tanda-tanda optimisme bagi pertumbuhan ekonomi dalam industri furnitur.
Partisipasi yang besar ini memberikan dorongan positif bagi industri furnitur global, sekaligus menandakan pemulihan yang stabil setelah masa-masa sulit yang diakibatkan oleh pandemi.
Dengan antusiasme yang tinggi dari para pembeli, IFEX menjadi platform yang penting untuk pertukaran ide, inovasi, dan peluang bisnis di sektor furnitur. Keberhasilan acara ini memberikan harapan akan pemulihan ekonomi yang lebih luas dan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
Selama 4 hari penyelenggaraan, IFEX2024 sebagai pameran furnitur dan kerajinan B2B unggulan di Indonesia dan kawasan sekitar memiliki kontribusi yang cukup signifikan bagi industri furnitur dan kerajinan Indonesia.
“Pameran IFEX ini sungguh mengagumkan dimana kita memiliki produk-produk furnitur dan kerajinan yang bisa diandalkan memasuki pasar global yang sangat bagus. Saya bangga dan bersyukur industri mebel nasional sudah sangat diterima di pasar global dan memberikan harapan ekonomi yang sangat bagus,” kata politikus Muhaimin Iskandar yang juga Ketum BKB, Ahad sore (3/2)
Cak Imin sapaan akrap Ketum PKB itu mengunjungi IFEX didampingi Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, Project Director IFEX, Addy Damarwulan, serta beberapa pengurus HIMKI yang lain.
Muhaimin memberikan apresiasi kepada HIMKI yang memiliki dedikasi tinggi untuk memberikan sarana bagi produsen dalam negeri agar bisa eksis di pasar global.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Sobur juga kembali menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung kebijakan anti ekspor bahan baku furnitur dan kerajinan, termasuk rotan.
“Hal ini sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan bahan baku kita dan memastikan industri kita akan terus tumbuh dan berkembang,” tegas Abdul Sobur.
Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Promosi dan Pemasaran HIMKI Djujuk Aryati, perkembangan industri furnitur dan kerajinan tanah air tidak terlepas dari upaya untuk memperkenalkan produk furnitur dan kerajinan Indonesia ke pasar mancanegara.
Penyelenggaraan IFEX terbukti memberi pengaruh positif dan terlihat dari banyaknya buyers internasional yang hadir selama pameran berlangsung. Ttahun ini IFEX menarik sebanyak 13.730 buyers internasional dari 117 negara di dunia. Negara-negara dengan buyers terbanyak adalah Eropa, Australia, China, dan AS.
Selain itu dihadiri juga emerging market seperti India, Bahrain, Oman, dan Uni Emirat Arab. Jika dibandingkan dengan acara serupa sebelumnya, IFEX kali ini mengalami lonjakan 2 kali lipat jumlah buyers internasional. Dari sisi transaksi, IFEX 2024 berhasil membukukan transaksi on-the-spot sebesar US$300 juta.
“Kami melihat transaksi yang terjadi selama pameran sebagai realisasi dari target pertumbuhan ekonomi positif yang kami sebut di awal, sambil menambahkan bahwa IFEX 2025 akan 6 – 9 Maret tahun depan,” kata Djujuk Aryati.
Mentara itu Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan pihaknya siap terus berkolaborasi dengan HIMKI untuk memfasilitasi para peserta, buyers, dan semua pihak lain yang terlibat.
Menurut Marpaung IFEX tidak hanya memberi hasil positif bagi pelaku industri furnitur tetapi juga pihak lain seperti industri perhotelan, layanan ekspedisi atau freight forwarding, transportasi, kuliner, wisata, dan lain-lain. Ke depan, ia memastikan bahwa semua layanan dan fasilitas pendukung IFEX akan terus ditingkatkan.
“Dyandra Promosindo terus mengukuhkan eksistensi IFEX dengan penuh optimisme. Melalui evaluasi internal dari setiap penyelenggaraan, kami berupaya menciptakan pengalaman luar biasa bagi seluruh stakeholder, sambil membawa semangat positif untuk mendorong pertumbuhan gemilang dalam industri furnitur,” jelas Daswar Marpaung. ***







































