www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home OPINI Gagasan Lily Wahid Pengayom Wong Cilik dan Berjuang Dengan Hati
GagasanOPINI

Lily Wahid Pengayom Wong Cilik dan Berjuang Dengan Hati

SILATBAR EKONOMI RAKYAT : Inisiator Silatbar, Ali Mahsun Atmo bersama Lily Wahid Cucu Kyai Hasyim Asyhari dalam kegiatan Silaturahmi Besar dan seminar nasional bertajuk “Bersatu dan Tangguh : Ekonomi Rakyat Unggul di Negeri Sendiri.” di Jakarta, Kamis (24/3).
Social Media

Mengenang Lily Wahid dalam pandangan Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (KERIS), Ali Mahsun Atmo yang sungguh mengharukan. Lily Wahid dipandang sebagai tokoh masyarakat yang bersahaja  berjuang untuk rakyat tanpa pamrih. Bahkan di akhir hayatnya, bekiau juga tidak mewariskan harta benda, karena tinggal bersama anaknya di bilangan Kota Wisata Cibubur.

Bagi Ali Mahsun, sosok Lily Wahid sebagai juru damai dan penggerak semangat bagi perbaikan kehidupan sosial rakyat yang lebih mapan. Kenyataan ini, seperti bertolak belakang dengan kehidupannya yang sederhana, tapi bersemangat besar dalam upaya membangkitkan usaha rakyat cilik.

“Jarang sekali sosok seperti beliau itu, semua orang merasa dekat tak pilih kasih. Sangat cocok sebagai pengayom wong cilik. Mudah menyelami kehidupan rakyat kelas bawah.”

Ali Mahsun merasa sangat kehilangan beliau, karena sebagai partner dan seorang pengayom. Pada pertemuan kongres ekonomi rakayt pada 24 Maret 2022 lalu, beliau dikukuhkan sebagai Dewan Pembina Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta  (KERIS). “Saya merasa  sangat bersedih, bahwa baru tahu  Ibu Lily pun, tak punya apa-apa. Tinggal bersama anaknya, tak punya rumah,” ucap Ali Mahsun.

Sebagai Ketua Umum KERIS, Ali berencana mengukuhkan Ibu Lily Wahid sebagai Pelopor Anumerta Pejuang Ekonomi Rakyat. ” Ya saya merasa sosok Ibu Hajah Lily Wahid, pantas menerima penghargaan penjuang rakyat kecil dari KERIS,” tuturnya.

Nanti, tim KERIS juga mengundang Hariman Siregar sebagai  sosok kawan seperjuangan Ibunda Lily Wahid pada perjuangan rakyat beberapa puluh tahun silam. Sosok Hariman, merupakan teman seangkatan dengan Ibu Lily Wahid. KERIS segera mengundang Bapak Hariman Siregar  untuk diminta memyampaikan berbagai testimoni kiprah Ibu Lily semasa muda  dalam perjuangan hingga menjelang akhir hayatnya.

“Ya saya merasa sosok Ibu Hajah Lily Wahid, pantas meneima penghargaan penjuang rakyat kecil dari KERIS.”

Ali Mahsun beranggapan, perjuangan rakyat untuk kesejahteraan dari masa kemerdekaan hingga sekarang belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Tidak sedikit warga yang malah kesulitan hidup pasca reformasi. Bahkan akhir-akhir ini kedaulatan rakyat semakin redup, ditengah gemerlapnya sebagian kaum hedonisme. Seperti Bu Lily tegaskan, periuangan untuk rakyat kecil tak pernah pudar.

Salah satunya semangat beliau itu menjadi suri tauladan bagi masyarakat terutama kehidupan berusaha wong cilik, pedagang pecel lele, pedagang pasar, PKL, para usaha warteg dan lainnya. Beliau memberikan taushiah dengan hati yang jernih, tampak raut muka yang bersahaja, sebagai pengayom rakyat.

Oleh : Ali Mahsun Atmo, Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (KERIS)

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kaesang Pangarep
Gagasan

Prabowo di Persimpangan Konstitusi dan Politik : Gibran, Jokowi dan Potensi Retaknya Dukungan Partai

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Kasus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki babak politik yang...

IHSG Anjlok
Gagasan

Pasar Modal Bisa Runtuh Ketika Kepercayaan Punah

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pasar modal bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli...

OJOL beroperasi di jalan raya.
Gagasan

Dilema Sepeda Motor: Antara Perjuangan Hidup dan Ancaman Keselamatan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Setiap pagi, jutaan sepeda motor menyerbu jalanan Indonesia. Di balik...

SUMUR MIGAS
Gagasan

Hulu Migas Nasional di Persimpangan: Produksi Bertahan, Investasi dan Perizinan Jadi Ujian

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Ditengah meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah yang berpotensi mengguncang harga...